Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Disdik Jawa Barat Gulirkan Empat Skema Bantuan Pendidikan untuk Tekan Angka Putus Sekolah

Jabar · Oleh ·

Disdik Jawa Barat luncurkan Program Jabar Sakola dengan empat skema bantuan pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di provinsi ini

Disdik Jawa Barat Gulirkan Empat Skema Bantuan Pendidikan untuk Tekan Angka Putus Sekolah

Angka putus sekolah di Jawa Barat menjadi sorotan dengan peluncuran Program Jabar Sakola oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Program ini hadir sebagai solusi atas beban biaya pendidikan yang kerap memaksa keluarga kurang mampu mengambil keputusan sulit.

Data Badan Pusat Statistik mencatat Jawa Barat merupakan provinsi dengan populasi angkatan kerja terbesar di Indonesia. Mereka yang putus sekolah sebelum waktunya akan memasuki dunia kerja tanpa bekal pendidikan memadai. Kondisi ini berpotensi mengurangi kualitas sumber daya manusia di provinsi ini dalam jangka panjang.

Program bantuan ini terbagi dalam empat skema utama. Scheme pertama bernama PJS Personal, berupa bantuan pendanaan bagi siswa keluarga rentan di Desil 1 yang tidak menerima Program Indonesia Pintar atau Perlindungan Sosial. Scheme kedua adalah PJS Operasional, berupa keringanan SPP tahunan untuk siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta.

Baca Juga: Laskar Gibran Bekasi solid dukung Prabowo-Gibran meski polemik ijazah MK terus bergulir

Scheme ketiga, PJS Sekolah Swasta Kerja Sama, membantu pemenuhan Dana Sumbangan Pendidikan dan subsidi SPP bulanan bagi siswa di SMA dan SMK swasta yang sudah MoU dengan pemerintah provinsi. Scheme keempat yakni PJS Mitra Industri, program beasiswa penuh di SMK Mitra Industri Bekasi selama tiga tahun hingga lulus.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jawa Barat Mohammad Ibrahim menyatakan program ini merupakan transformasi dari program beasiswa sebelumnya. Data penerima dipadankan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial untuk menghindari duplikasi dengan bantuan pemerintah pusat.

"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Thus, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," katanya.

Baca Juga: Verifikasi Makam Mbah Raden Marpu di Mekarwangi Buka Jalur Menuju Kampung Adat

Seluruh siswa SLB swasta mendapatkan fasilitas PJS Operasional tanpa memandang kategori desil ekonomi. Kebijakan ini memberikan perhatian khusus pada kelompok disabilitas yang selama ini menghadapi hambatan lebih besar dalam mengakses pendidikan.

OJK dan Pemda Jawa Barat sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan Rp456,5 miliar untuk 4.565 peternak ayam petelur melalui program EGG. Pendekatan pemadanan data serupa juga diterapkan dalam program tersebut untuk memastikan bantuan sampai ke kelompok yang berhak.

Verifikasi faktual di lapangan menjadi kunci keberhasilan program. Seluruh Kantor Cabang Dinas Pendidikan di 13 wilayah diminta turun langsung memastikan data penerima bantuan valid. Langkah ini penting agar anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran dan tidak terserap oleh mereka yang tidak berhak.