Dinas Sosial Depok Sebut 2.367 Anak Terlantar Terima Perlindungan Lewat Kerja Sama Panti
Dinas Sosial Kota Depok melindungi 2.367 anak terlantar melalui kerja sama dengan panti asuhan. Bantuan sosial yang telah direalisasikan mencapai lebih dari Rp41 miliar.

Sebanyak 2.367 anak terlantar di Kota Depok mendapat perlindungan melalui kerja sama Dinas Sosial dengan sejumlah panti asuhan dan panti sosial. Angka ini terdiri dari 2.346 anak usia 6 hingga 17 tahun dan 21 anak balita.
Data itu diungkap Kepala Dinas Sosial Kota Depok H. Utang Wardaya dalam pengajian bulanan Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok, Kamis (20/8/2026). Ia menjelaskan, bagi anak-anak terlantar yang tidak memiliki disabilitas fisik maupun mental, Pemerintah Kota Depok menitipkan mereka ke panti-panti yang sudah bekerja sama dengan Dinas Sosial.
"Untuk anak-anak terlantar yang kondisinya normal, kami titipkan ke panti-panti anak yang telah bekerja sama dengan Dinas Sosial. Tujuannya untuk menjamin hak hidup mereka, baik kebutuhan fisik, pendidikan maupun kesehatan," jelas Utang.
Baca Juga: Mahasiswa Unpad Serahkan Kajian Kekerasan Demo kekapolda Jawa Barat
Pengajian yang berlangsung di Balai Wartawan Kota Depok itu turut menghadirkan perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dan puluhan anggota Majelis Taklim. Suasana kebersamaan menjadi铺垫 untuk membangun sinergi antarinstansi dengan organisasi pers.
Perlindungan terhadap anak terlantar itu merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang lebih luas. Hingga pertengahan 2026, realisasi bantuan sosial dari Kementerian Sosial bagi puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat di Depok telah mencapai lebih dari Rp41 miliar.
Dinas Sosial Kota Depok juga menggenjot pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan mengoperasikan 126 petugas Puskesos SLRT yang tersebar di tingkat kelurahan. Pemetaan ini diharapkan membuat layanan perlindungan sosial lebih tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Majalengka bangun demplot bawang putih 1 hektare untuk cari varietas yang cocok dipasar
Dalam kesempatan itu, Ustadz Syahruddin El Fikri mengingatkan pentingnya peranwartawan dalam menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab. Ia menilai, derasnya arus informasi saat ini kerap kali membayakanews yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Seorang wartawan harus menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Jangan sampai masyarakat justru menerima informasi hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman," pesannya.
Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustadz Salwani. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi antarkelompok masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dengan pemerintah kota.