Di Pos Kamling Braga, Farhan Temukan Fakta Mengejutkan: Miras Ilegal Merajalela
Wali Kota Bandung Farhan temukan pemuda mabuk di pos kamling Braga saat patroli malam. Peredaran miras ilegal koordinasi dengan Polrestabes dan BNN untuk pemberatasan.

Pos Kamling Braga Jadi Sorotan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan sekelompok pemuda dalam kondisi mabuk di pos kamling kawasan Braga. Peristiwa ini terjadi saat dirinya melakukan patroli malam pada Sabtu, 25 Juli 2026 lalu.
Temuan ini dinilai sangat ironis mengingat pos kamling seharusnya menjadi simbol partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, lokasi yang dirancang untuk pengamanan justru menjadi tempat berkumpulnya pemuda yang mengonsumsi minuman beralkohol secara bebas.
"Aksi pemuda yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman beralkohol itu dilakukan di sebuah pos kamling yang seharusnya menjadi pusat pengamanan lingkungan. Temuan tersebut membuat saya menilai peredaran minuman keras ilegal di Kota Bandung sudah semakin mengkhawatirkan," kata Farhan.
Fungsi Pos Kamling yang Melenceng
Farhan menceritakan, saat dilakukan pengecekan, para pemuda tersebut ternyata bukan warga sekitar. Kondisi ini menambah kekhawatiran karena menunjukkan bahwa pos kamling telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Poin penting dari temuan ini:
- Para pemuda yang ditemukan dalam kondisi mabuk bukan warga sekitar Braga
- Pos kamling yang seharusnya menjadi pusat pengamanan lingkungan justru menjadi tempat berkumpul pemabuk
- Peristiwa ini menunjukkan masih maraknya penyalahgunaan ruang publik di Kota Bandung
Koordinasi Intensif dengan Penegak Hukum
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Kota Bandung langsung memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hingga saat ini, koordinasi telah terjalin dengan:
- Polrestabes Bandung untuk operasi pemberantasan miras ilegal
- BNN Kota Bandung untuk pengawasan peredaran narkotika
- BNN Provinsi Jawa Barat untuk pemetaan titik-titik rawan
Farhan menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak hanya menyasar penjual, tetapi juga jaringan distribusi yang selama ini memanfaatkan berbagai cara untuk menghindari pengawasan aparat.
"Peredaran dan konsumsi minuman keras ilegal akan kita bongkar habis," tegas Farhan.
Modus Peredaran yang Semakin Cerdas
Farhan juga mengungkap adanya pola transaksi narkotika yang kini semakin sulit dideteksi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, transaksi tidak lagi dilakukan dengan mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung.
Modus baru peredaran narkotika:
- Pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung
- Pembayaran dilakukan melalui transfer
- Barang ditinggalkan di lokasi tertentu seperti taman atau area terbuka
- Pembeli mengambil barang yang telah dibayar tanpa kontak langsung
Modus semacam ini membuat aparat harus bekerja lebih cermat karena tidak ada kontak langsung yang bisa menjadi pintu masuk pengungkapan jaringan.
Dampak Serius Peredaran Miras Ilegal
Menurut Farhan, peredaran minuman keras ilegal tidak bisa dipandang sebagai persoalan ketertiban semata. Seringkali, peredaran miras berkaitan erat dengan tindak kriminal dan penyalahgunaan narkotika.
Dampak yang perlu diwaspadai:
- Meningkatnya tindak kriminal akibat pengaruh alkohol
- Keterkaitan dengan peredaran narkotika
- Penyalahgunaan ruang publik oleh orang tidak bertanggung jawab
- Potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman
Sinergi Kunci Pemberantasan
Meski demikian, Farhan optimistis aparat penegak hukum mampu mengembangkan penyelidikan terhadap pola distribusi yang semakin canggih tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan BNN menjadi kunci untuk menekan peredaran miras ilegal, narkotika, dan obat keras yang berpotensi mengganggu keamanan Kota Bandung.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Dengan demikian, penindakan tidak hanya mengandalkan patroli aparat, tetapi juga dukungan warga dalam menjaga keamanan bersama.
"Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh warga Bandung untuk turut serta melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan," imbau Farhan.
Langkah Strategis ke Depan
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran miras ilegal. Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan meliputi:
- Penguatan patroli malam di titik-titik rawan
- Peningkatan koordinasi antar instansi terkait
- Edukasi masyarakat tentang bahaya miras dan narkotika
- Penegakan hukum tegas terhadap pelaku peredaran
- Pemetaan ulang titik-titik rawan di Kota Bandung
Temuan di pos kamling Braga ini menjadi警示 nyata bahwa pemberantasan miras ilegal memerlukan effort bersama. Tanpa dukungan aktif masyarakat, upaya pemerintah dan penegak hukum tidak akan memberikan hasil maksimal.