Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Desa Jadi Garda Terdepan: Strategi Kolektif Cegah Drugs di Karawang

Jabar · Oleh · · Diperbarui 8 Agustus 2026

APDESI Karawang ajak desa jadi garda terdepan mencegah narkoba lewat penguatan keluarga, pemberdayaan pemuda, dan gotong royong kolektif.

Desa Jadi Garda Terdepan: Strategi Kolektif Cegah Drugs di Karawang

Pencegahan Drugs di Desa: Membangun Ketahanan Keluarga dari Akarnya

KARAWANG – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada Jumat, 26 Juni 2026, seluruh perhatian tertuju pada peran strategis desa dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kali ini, bukan sekadar seremoni peringatan. Gerakan nyata dituntut lahir dari setiap desa di Kabupaten Karawang.

Urgensi Desa sebagai Benteng Pertama Lawan Peredaran Drugs

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, H. Margono, A.Md., secara tegas menegaskan bahwa desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah fondasi utama pembangunan bangsa yang menentukan kualitas generasi mendatang.

Baca Juga: Ribuan Knalpot Bising Disita di Cianjur, Lebih dari 200 Kendaraan Masih Tak Bertuan

"Menjaga desa dari ancaman narkoba berarti menjaga masa depan keluarga, generasi muda, dan keberlanjutan pembangunan daerah secara menyeluruh," tegas H. Margono.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Kedekatan pemerintah desa dengan masyarakat menjadikannya posisi paling strategis untuk membangun kesadaran kolektif sejak dini. Momen peringatan HANI 2026 menjadi pengingat bahwa pencegahan narkoba memerlukan gerak nyata dari level paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Tema HANI 2026: Kolaborasi Membangun Generasi Berintegritas

Mengusung tema "Pergerakan Kolektif Bersih dari Drugs, Mewujudkan Generasi Merah Putih yang Berdaulat dan Berintegritas Jauh dari Drugs," tema ini menekankan bahwa борьба melawan narkoba bukanlah pekerjaan satu pihak saja. Dibutuhkan gerak bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Purnatugas di Usia 57, Mantan Manajer Hotel Sukabumi Kini Six Kali Taklukkan Rute 60 Kilometer

Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat melalui:

Peran Kepala Desa sebagai Penggerak Utama

H. Margono menjelaskan bahwa kepala desa dan perangkat desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Posisi ini memungkinkan mereka menjadi penggerak utama dalam membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba.

"Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dimulai dari keluarga, lingkungan RT dan RW, lembaga kemasyarakatan desa, hingga seluruh elemen masyarakat yang bergerak bersama," jelas H. Margono.

Hal ini menuntut peran aktif seluruh lapisan:

Ruang Positif bagi Generasi Muda: Kunci Pencegahan Berkelanjutan

Kepala desa APDESI Karawang itu menambahkan bahwa desa perlu terus menghadirkan ruang-ruang positif bagi generasi muda. Hal ini mencakup kegiatan yang constructive dan membangun, antara lain:

"Pemuda yang aktif berkegiatan dan memiliki harapan terhadap masa depan akan lebih kuat menghadapi pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba," tegas H. Margono.

Indikator Desa Maju: Bukan Hanya Fisik, Tapi Kualitas SDM

H. Margono menekankan bahwa kemajuan suatu desa tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur fisik saja. Kualitas sumber daya manusia menjadi tolok ukur yang jauh lebih penting.

"Ketika masyarakat hidup rukun, komunikasi antarkeluarga terjalin dengan baik, pemuda diberdayakan, dan budaya gotong royong terus dijaga, maka ruang gerak peredaran narkoba akan semakin sempit," menurutnya.

Indikator desa yang bebas narkoba meliputi:

Sinergi multi-Stakeholder: Peran Strategis BNN dan Apparat Hukum

Untuk memperkuat pencegahan secara struktural, H. Margono mengajak seluruh pemerintah desa di Kabupaten Karawang untuk terus bersinergis dengan:

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat edukasi, sosialisasi, dan langkah-langkah preventif yang lebih terarah dan berdampak nyata di tingkat desa.

Komitmen Berkelanjutan: Bukan Sekadar Momentum

Menurut H. Margono, keberhasilan memerangi narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh unsur masyarakat.

"Keberhasilan memerangi narkoba bukan hanya pada momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional saja, melainkan harus menjadi effort berkelanjutan sepanjang waktu," jelas H. Margono.

Momentum HANI 2026 harus menjadi titik awal gerakan nyata di setiap desa. Dengan memperkuat peran keluarga, membangun komunikasi yang harmonis, memberdayakan generasi muda, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong, desa akan menjadi benteng terdepan dalam melahirkan Generasi Merah Putih yang:

Komitmen kolektif ini menjadi kunci agar peringatan HANI setiap tahun tidak sekadar seremoni, melainkan lahirnya action plan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat grassroots.