Cimahi Menegaskan Stok Elpiji Bersubsidi Aman di Tengah Krisis Energi
Pemerintah Kota Cimahi menjamin ketersediaan elpiji bersubsidi 3 kg terpenuhi sepenuhnya, meskipun ada ancaman krisis energi global akibat konflik Timur Tengah. Stok telah disiapkan melimpah untuk antisipasi permintaan tinggi jelang puasa dan Lebaran.

Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran krisis energi global dan lonjakan harga bahan bakar tidak mengganggu ketersediaan elpiji bersubsidi di Kota Cimahi. LPG 3 kg merupakan bahan bakar pokok untuk sebagian besar rumah tangga di Indonesia, sehingga ketersediaannya menjadi hal yang krusial bagi masyarakat. Pemerintah daerah telah memastikan stok LPG bersubsidi terpenuhi sepenuhnya, tanpa ada keluhan atau gejolak di tengah masyarakat.
Data Stok dan Kuota Elpiji Bersubsidi di Cimahi
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, kuota LPG 3 kg saat ini mencapai 19.059 Mton. Jika dikonversikan ke satuan tabung, jumlah ini setara dengan 529.416 tabung elpiji bersubsidi per bulan. Angka ini dirancang untuk mencukupi kebutuhan seluruh rumah tangga di Kota Cimahi selama satu bulan penuh.
Langkah Antisipasi Menghadapi Lonjakan Permintaan
Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperind Kota Cimahi, Indra Bagjana, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dini untuk menghadapi potensi lonjakan permintaan elpiji bersubsidi. Pertama, stok elpiji bersubsidi disiapkan melimpah sejak sebelum bulan puasa, ketika permintaan umumnya meningkat akibat aktivitas memasak yang lebih intensif selama bulan suci.
Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan penyaluran fakultatif khusus untuk menghadapi jelang Hari Raya Idul Fitri. Momen lebaran biasanya melihat peningkatan permintaan elpiji bersubsidi yang signifikan, karena banyak masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk keperluan memasak dan aktivitas hari raya.
"Untuk stok, alhamdulillah masih terjaga, tidak ada kelangkaan dan gejolak di tengah-tengah masyarakat," ujar Indra Bagjana pada Selasa, 31 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa stok elpiji bersubsidi di Kota Cimahi tetap terpenuhi hingga saat ini, tanpa ada hambatan dalam distribusi.
Koordinasi dengan Stakeholder untuk Distribusi Lancar
Untuk memastikan bahwa elpiji bersubsidi dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat dengan lancar, pemerintah kota telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait. Stakeholder yang terlibat meliputi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) serta agen distribusi elpiji di tingkat lokal.
Koordinasi yang ditingkatkan ini bertujuan untuk memastikan bahwa stok elpiji bersubsidi dapat didistribusikan secara merata ke seluruh titik penjualan di Kota Cimahi, tanpa ada kekurangan di wilayah tertentu. Selain itu, pemerintah juga akan memantau harga elpiji di pasar untuk mencegah peningkatan harga yang tidak wajar.
"Intinya kalau stok kan kita sudah antisipasi pada momen-momen tertentu. Jadi kuotanya terus ada," tutur Indra Bagjana.
Dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik, masyarakat Kota Cimahi tidak perlu khawatir tentang kekurangan elpiji bersubsidi di tengah ketidakpastian krisis energi global. Pemerintah daerah terus memantau situasi energi secara berkala dan siap menyesuaikan langkah-langkah jika diperlukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar pokok ini tetap terjaga.