Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bupati KBB Gercep Benahi Sekolah, Target Ruang Kelas Inklusif 2025

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, meninjau langsung sekolah yang telah diperbaiki, menargetkan ruang kelas layak dan inklusif di seluruh wilayah pada 2025. Dengan anggaran Rp25 miliar, fokus rehabilitasi dan fasilitas disabilitas menjadi prioritas untuk kualitas pendidikan yang lebih baik.

Bupati KBB Gercep Benahi Sekolah, Target Ruang Kelas Inklusif 2025

Komitmen Bupati KBB: Target Ruang Kelas Inklusif dan Layak di Seluruh Kabupaten pada 2025

BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara langsung meninjau sejumlah proyek perbaikan sekolah yang telah rampung sepanjang tahun 2025. Kunjungan ini menggarisbawahi komitmen serius pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, memastikan setiap siswa dapat menikmati fasilitas belajar yang layak dan optimal.

Pada peninjauan salah satu lokasi, yakni SMPN 1 Cisarua, Bupati Jeje menyatakan, “Ya, hari ini saya meninjau langsung sekolah-sekolah yang telah selesai diperbaiki di tahun 2025. Salah satunya di sini, di SMPN 1 Cisarua. Jadi total itu ada 82 ruang kelas SD dan 16 ruang kelas SMP.” Ia menekankan bahwa perbaikan ini melampaui sekadar aspek fisik bangunan, melainkan berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak.

Tantangan dan Rencana Perbaikan Berkelanjutan

Meskipun sejumlah besar ruang kelas telah direhabilitasi, Bupati Jeje mengakui bahwa masih banyak institusi pendidikan lain yang memerlukan perhatian mendesak. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa masih ada banyak ruang kelas yang digolongkan dalam kategori rusak berat, sedang, maupun ringan. Menanggapi kondisi ini, program perbaikan dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2026.

“Insya Allah di 2026 akan kita lanjutkan untuk perbaikan ruang kelas di seluruh kawasan Bandung Barat. Ini komitmen dari pemerintah untuk memberikan ruang kelas yang layak supaya belajarnya lebih nyaman,” ujar Jeje, menegaskan visi jangka panjang pemerintah daerah untuk sektor pendidikan.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 miliar khusus untuk perbaikan ruang kelas ini. Proses perbaikan dilaksanakan secara bertahap, dengan prioritas utama pada tahun 2025 difokuskan pada penanganan ruang kelas yang mengalami rusak berat. Kerusakan ringan akan ditangani dalam fase-fase berikutnya. Bupati juga menambahkan bahwa faktor geografis dan jarak antar-sekolah turut menjadi pertimbangan dalam perencanaan alokasi anggaran dan penentuan skala prioritas.

Peran Serta Masyarakat dalam Pemeliharaan dan Edukasi Inklusif

Selain aspek infrastruktur, Bupati Jeje juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan siswa dalam menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Mirisnya, beberapa fasilitas yang baru saja rampung sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan kembali. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya pemeliharaan sarana pendidikan akan diintegrasikan sebagai bagian integral dari program ini, guna memastikan keberlanjutan hasil perbaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jeje menyoroti implementasi fasilitas ramah disabilitas yang kini telah tersedia di beberapa sekolah. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, di mana semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, dapat mengakses dan menikmati proses belajar mengajar secara optimal. Pemerintah daerah memiliki target ambisius:

Dengan fokus yang komprehensif pada perbaikan infrastruktur, penyediaan fasilitas inklusif, dan penekananan pada pemeliharaan aset, Bupati Jeje menegaskan bahwa pendidikan adalah prioritas utama pemerintah daerah. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga secara signifikan mendongkrak kualitas pendidikan di seluruh Kabupaten Bandung Barat, membuka peluang lebih cerah bagi generasi penerus. Baca selengkapnya mengenai program pendidikan di Bandung Barat.