Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPJS Kesehatan sosialisasikan JKN ke warga Wanasari Bekasi, Blanco jelaskan masih banyak warga yang belum paham hak pelayanannya

Jabar · Oleh ·

BPJS Kesehatan sosialisasi JKN di Wanasari Bekasi, banyak warga belum paham mekanisme dan hak pelayanan despite program sudah lama berjalan

BPJS Kesehatan sosialisasikan JKN ke warga Wanasari Bekasi, Blanco jelaskan masih banyak warga yang belum paham hak pelayanannya

Di Kampung Utan, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Putih Sari menyoroti tantangan besar dalam Program JKN-Kartu Indonesia Sehat. Meski program ini sudah berjalan bertahun-tahun, banyak warga yang belum memahami hak dan mekanisme pelayanannya secara utuh.

Putih Sari yang merupakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI menyebut kesadaran masyarakat terhadap JKN sudah tinggi. Namun tingkat pemahaman tentang cara menggunakan program tersebut masih kurang.

"Hampir semua masyarakat mungkin sudah mengetahui BPJS, tetapi ternyata masih banyak yang belum menjadi peserta atau belum memahami secara utuh program ini," katanya dalam sosialisasi yang juga menghadirkan narasumber dari BPJS Kesehatan Cabang Cikarang.

Baca Juga: Pria Penyamar KPK Paksa Petani Sukabumi Bayar Rp 6 Juta hingga Tertangkap dalam OTT

Salah satu contoh yang disampaikan untuk menggambarkan pentingnya JKN adalah biaya cuci darah bagi pasien gagal ginjal. Pasien ini membutuhkan tindakan secara berulang, belum lagi pasien yang memerlukan operasi jantung atau penanganan medis berat lainnya. Biaya-biaya tersebut bisa sangat besar.

"Bisa dibayangkan kalau seseorang membutuhkan cuci darah secara rutin. Di sinilah kita melihat pentingnya jaminan kesehatan dan semangat gotong royong," tutur Putih Sari.

Wanasari memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Lurah H. Syukrila menyampaikan hal ini dalam acara tersebut sebagai gambaran mengapa kebutuhan terhadap pelayanan publik, termasuk kesehatan, menjadi perhatian penting di wilayah tersebut.

Baca Juga: Forum Musisi Karawang desak pemerintah buka lebih banyak ruang tampil untuk talenta lokal

Bagi warga yang secara ekonomi tidak mampu, pemerintah menyediakan skema Penerima Bantuan Iuran. Melalui skema ini, iuran peserta ditanggung oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Putih Sari mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri masuk kategori penerima bantuan jika tidak memenuhi syarat.

"Bantuan harus diberikan kepada masyarakat yang memang sesuai dengan kriteria. Tetapi kalau memang merasa berhak dan memenuhi ketentuan, silakan diurus dan dikonsultasikan," katanya.

Warga juga diminta tidak pasif ketika mengalami persoalan terkait kepesertaan. Apabila status keikutsertaan sebelumnya aktif kemudian menjadi nonaktif, masyarakat diminta segera mengecek dan mengurus melalui kelurahan, Dinas Sosial, atau kanal pelayanan BPJS Kesehatan. Putih Sari menekankan bahwa pengaduan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program JKN.

"Kalau ada persoalan, jangan diam. Laporkan. Aduan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi," katanya.

Untuk memudahkan pengecekan, masyarakat bisa menggunakan aplikasi Mobile JKN. Melalui aplikasi ini, warga bisa mengetahui status kepesertaan tanpa harus menunggu sampai membutuhkan pelayanan kesehatan. Putih Sari berharap masyarakat Wanasari dan seluruh Bekasi memanfaatkan sosialisasi ini untuk mendapatkan informasi secara langsung dan tidak ragu bertanya mengenai hak serta mekanisme pelayanan mereka.