Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPBD Kuningan Fokus Pendinginan Usai Titik Api Gunung Ciremai Padam

Jabar · Oleh ·

BPBD Kuningan fokuskan pendinginan pasca titik api Gunung Ciremai padam. Kebakaran selama tiga hari diperkirakan menghabiskan 40 hektar kawasan konservasi.

BPBD Kuningan Fokus Pendinginan Usai Titik Api Gunung Ciremai Padam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan menggeser fokus operasi ke tahap pendinginan setelah titik api di Taman Nasional Gunung Ciremai tidak lagi terlihat sejak malam sebelumnya. Selama tiga hari sebelumnya, kobaran api melahap puluhan hektar kawasan konservasi tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta petugas TNGC masih melakukan pemantauan di lokasi. Satu mesin pompa, delapan gulung selang berukuran dua inci, dua gulung selang berukuran 2,5 inci, dua nosel, serta dua jet shooter dikerahkan untuk proses pendinginan. Pasokan air dipasok dari satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

"Pendinginan dilakukan sebagai bagian dari penanganan lanjutan untuk mencegah bara api kembali menyala," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana. Ia menjelaskan penyekatan juga dilakukan untuk membatasi potensi penyebaran api apabila ada bara yang masih tersembunyi.

Baca Juga: Dua Bakal Calon Kepala Desa Karang Harum Dapat Nomor Urut untuk Periode 2026-2034

Kebakaran yang terjadi selama tiga hari sebelumnya menghanguskan kebakaran lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai yang menghabiskan 40 hektar kawasan hutan. TNGC bersama pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kuningan telah berkoordinasi sejak awal kejadian untuk menangani situasi.

Luasan area yang terbakar diperkirakan mencapai 40 hektar. Angka ini masih dalam proses pemetaan oleh pihak TNGC untuk menentukan langkah pemulihan ke depan.

Indra mengatakan tim akan terus memantau hingga seluruh potensi titik api benar-benar tertangani. Koordinasi antar berbagai unsur tersebut tetap dijaga untuk memastikan tidak ada kembalinya bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.