Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bosscha ITB Sampaikan Data Astronomis untuk Penentuan 1 Syawal 1447 H

KBB · Oleh Salsa Maharani ·

Observatorium Bosscha ITB menyampaikan data astronomis pengamatan hilal 29 Ramadan 1447 H, kondisi menantang untuk diamati, serta rencana pengamatan di Lembang dan Aceh

Bosscha ITB Sampaikan Data Astronomis untuk Penentuan 1 Syawal 1447 H

Observatorium Bosscha ITB di Lembang, Bandung Barat Observatorium Bosscha ITB, institusi penelitian astronomi ternama di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Observatorium Bosscha ITB di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, telah menyampaikan data astronomis terkait posisi hilal pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Data ini dihasilkan dari pengamatan rutin institusi tersebut, yang menjadi salah satu rujukan terpercaya di Indonesia untuk data astronomis terkait penetapan awal bulan Hijriah. Setiap tahun, Bosscha menyediakan hasil perhitungan dan pengamatan sebagai masukan ilmiah bagi Kementerian Agama RI dan masyarakat umum.

Hasil Analisis Astronomis

Tim peneliti Bosscha mengungkapkan beberapa parameter kunci dari posisi hilal pada tanggal tersebut, yang membuat pengamatan bulan sabit muda ini menjadi menantang:

Yatny Yulianty, yang juga Koordinator Kegiatan Publik Divisi Pendidikan dan Penjangkauan Publik Observatorium Bosscha, menegaskan bahwa kondisi ini menempatkan hilal pada batas visibilitas yang sulit diamati.

"Secara astronomis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hilal berada pada batas yang menantang untuk diamati. Keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan yang digunakan," paparnya.

Rencana Pengamatan Langsung

Untuk memverifikasi kondisi visibilitas hilal ini, tim Bosscha akan melaksanakan pengamatan langsung di dua lokasi strategis:

  1. Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung Barat
  2. Observatorium Lhok Nga, Aceh, yang didukung oleh Kementerian Agama RI

Pemilihan lokasi Lhok Nga didasarkan pada parameter posisi bulan di wilayah Aceh yang berada di sekitar batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan. Pengamatan di lokasi ini akan membantu tim Bosscha memverifikasi kondisi batas kriteria melalui data pengamatan langsung, yang nantinya akan diperkaya ke basis data penelitian jangka panjang institusi ini.

"Kegiatan pengamatan ini juga merupakan bagian dari penelitian jangka panjang Observatorium Bosscha mengenai visibilitas hilal yang bertujuan untuk memperkaya basis data pengamatan bulan sabit muda di wilayah Indonesia," tutur Yatny.

Peran Ilmiah dalam Proses Isbat

Meskipun menyediakan data astronomis yang komprehensif, Yatny menegaskan bahwa penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal, tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui Kementerian Agama dalam sidang isbat. Namun, data ilmiah yang dikumpulkan oleh Bosscha akan menjadi masukan penting yang dapat dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Hal ini sejalan dengan peran Bosscha sebagai lembaga penelitian yang bertujuan untuk menyediakan data akurat dan terpercaya bagi masyarakat dan lembaga terkait.

Bacaan Juga Terkait