BMKG Jabar Ingatkan Potensi Hujan di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
BMKG Jawa Barat mengingatkan puncak musim hujan, potensi hujan dan longsor susulan di Cisarua KBB. Tim SAR telah mengidentifikasi 35 jenazah, dengan 80 korban hilang dan 564 pengungsi terdaftar di posko Desa Pasirlangu.

Pembaruan Cuaca: BMKG Waspadai Hujan dan Longsor Susulan Cisarua KBB
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, memberikan pembaruan terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (28/1). Ia mengungkapkan bahwa Jawa Barat saat ini sedang memasuki puncak musim hujan, yang membuat intensitas hujan dari ringan hingga sangat lebat masih berpotensi turun di berbagai wilayah, terutama Desa Pasirlangu.
Kondisi Cuaca di Desa Pasirlangu dan Upaya Modifikasi Cuaca
Saat ini, Desa Pasirlangu masih terasa dingin akibat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terus turun, disertai kabut yang kerap muncul di wilayah tersebut. Rahayu menyampaikan bahwa sejak pagi hari, wilayah tersebut telah mengalami curah hujan dengan intensitas variabel, disertai kondisi kabut yang mengurangi visibilitas.
Menurutnya, potensi hujan masih sangat besar terjadi selama sepekan ke depan, sehingga masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada. Selain memberikan peringatan cuaca, BMKG juga telah melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat sejak 24 Januari. Hingga pagi hari tersebut, sudah dilakukan tiga penerbangan untuk modifikasi cuaca, meskipun pertumbuhan awan yang menuju Gunung Burangrang terus berlanjut, sehingga upaya ini masih dilanjutkan pada hari itu.
Update Penanganan Longsor Cisarua KBB
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) di Desa Pasirlangu dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat pada Jumat (23/1). Hingga hari ke lima pencarian korban pada Rabu (28/1) siang, tim Forensic Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 35 jenazah dari total 50 bodypack yang dievakuasi oleh Basarnas. Sementara itu, 15 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi untuk memastikan identitas korban.
Rapat lintas instansi telah dilaksanakan untuk memvalidasi data korban dan bangunan yang terdampak bencana longsor. Hasil validasi menunjukkan bahwa longsor melanda tiga kampung di Desa Pasirlangu, yaitu:
- RT 5 dan RW 11 Kampung Pasirkuning
- RT 1 RW 10 Kampung Pasirkuda
- RT 6 RW 7 Kampung Babakan Cibudah
Dari ketiga kampung tersebut, tercatat 1 musala dan 48 rumah dengan status rusak berat. Sebanyak 158 warga tercatat terdampak bencana ini, dengan 78 di antaranya dinyatakan selamat dan 80 lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR.
Jumlah pengungsi akibat longsor juga mengalami peningkatan pasca bencana. Saat ini, sebanyak 564 orang dari 186 Kepala Keluarga (KK) telah terdaftar sebagai pengungsi di posko Desa Pasirlangu.
Imbauan untuk Petugas SAR dan Masyarakat
Rahayu juga mengimbau petugas dan relawan yang melakukan pencarian korban di lokasi longsor untuk tetap waspada terhadap longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi hujan yang terus terjadi. Hal ini penting untuk menjamin keamanan petugas yang sedang melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Sebelumnya, beberapa lembaga telah menanggapi bencana longsor ini, termasuk Baznas yang telah menggelar evakuasi warga yang terdampak. Selain itu, tim SAR juga telah berhasil mengevakuasi 48 kantong jenazah, dengan masih mencari 33 korban lainnya yang belum ditemukan.