BMKG Imbau Petani Indramayu Antisipasi Kemarau Kering El Nino 2026
BMKG mengimbau petani Indramayu antisipasi kemarau kering dan panjang akibat El Nino 2026, dengan saran penyimpanan air dan pemilihan tanaman hemat air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat untuk segera bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan lebih panjang akibat fenomena El Nino pada tahun 2026. Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG Siswanto menyampaikan imbauan ini melalui keterangan resmi yang diterima di Indramayu pada hari Sabtu.
Kondisi Iklim dan Dampak Fenomena El Nino
"Potensi kemarau tahun ini lebih kering dari tahun lalu, tetapi tidak sekuat El Nino besar sebelumnya," kata Siswanto dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa El Nino secara umum memicu kenaikan suhu rata-rata global dan cuaca panas ekstrem, termasuk di wilayah Indonesia. Berdasarkan pengalaman periode El Nino tahun 2015-2016, kondisi cuaca panas akan semakin intensif seiring berjalannya fenomena ini. Meskipun tahun 2026 tidak diprediksi memiliki kekuatan El Nino sebesar periode sebelumnya, risiko kekeringan masih cukup tinggi untuk sektor pertanian.
Prediksi Musim Kemarau yang Memanjang
BMKG memprediksi bahwa musim kemarau di Kabupaten Indramayu akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah hari tanpa hujan yang lebih banyak dan awal musim hujan yang kemungkinan akan mundur. Kondisi ini dapat berdampak signifikan pada aktivitas pertanian, terutama bagi tanaman yang membutuhkan banyak air, yang berisiko mengalami gagal panen jika tidak dilakukan langkah antisipasi dini.
Selain dampak pada tanaman, ketersediaan air di waduk dan sungai juga menjadi perhatian utama, karena hal ini akan memengaruhi sistem irigasi yang digunakan oleh petani di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ribuan Knalpot Bising Disita di Cianjur, Lebih dari 200 Kendaraan Masih Tak Bertuan
Langkah Antisipasi untuk Petani Indramayu
Untuk mengurangi risiko dampak kemarau kering, BMKG memberikan beberapa saran bagi para petani di Indramayu:
- Menyimpan air sejak dini: Membangun atau memanfaatkan embung dan kolam penampungan untuk menyimpan air saat masih tersedia.
- Memilih tanaman yang tepat: Memilih varietas tanaman cepat panen dan hemat air yang dapat tumbuh dengan baik selama musim kemarau.
- Memulai tanam lebih awal: Memulai proses penanaman sebelum musim kemarau semakin parah, agar tanaman dapat tumbuh saat masih ada cukup air.
- Memantau ketersediaan air: Secara rutin memeriksa kondisi waduk dan sungai untuk memastikan pasokan air irigasi tetap mencukupi.
Harapan dan Kondisi Pertanian Indramayu
Meskipun menghadapi risiko kemarau kering, Siswanto menyebut bahwa Kabupaten Indramayu memiliki peluang untuk bertahan, karena sebagian besar sawah di wilayah ini menggunakan sistem irigasi yang didukung oleh aliran Sungai Cimanuk. Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap pasokan air dari irigasi dan sungai tetap mencukupi untuk mendukung aktivitas pertanian di Indramayu selama musim kemarau tahun 2026.