Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Biddokkes Polda Jabar Terima Bantuan Peti Mati dan Kantung Jenazah untuk Evakuasi Korban Longsor Cisarua

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Rabu 28 Januari 2026, Biddokkes Polda Jawa Barat menerima bantuan peti mati dan kantung jenazah dari Bupati Bandung Barat untuk penanganan korban tanah longsor di Cisarua.

Biddokkes Polda Jabar Terima Bantuan Peti Mati dan Kantung Jenazah untuk Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Polda Jabar Dapat Bantuan Peti Mati Kantung Jenazah dari Bandung Barat untuk Longsor Cisarua

Rabu, 28 Januari 2026, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat menerima bantuan logistik berupa peti mati dan kantung jenazah dari Bupati Kabupaten Bandung Barat. Bantuan ini ditujukan khusus untuk mendukung percepatan evakuasi dan penanganan korban bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Tujuan Bantuan untuk Penanganan Korban Longsor

Penyerahan bantuan merupakan bagian dari upaya penanganan darurat bencana, dengan fokus utama pada pemfasilitasan proses pemulasaraan jenazah korban tanah longsor di lapangan. Menurut tim medis dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, ketersediaan alat-alat pemulasaraan jenazah ini sangat krusial untuk memastikan proses evakuasi dan identifikasi korban berjalan tertib dan sesuai prosedur kemanusiaan.

Dukungan logistik ini juga membantu mengurangi beban tugas tim medis yang sedang bekerja keras di lapangan, terutama dalam situasi di mana jumlah korban jiwa signifikan dan membutuhkan penanganan cepat dan teratur. Tanah longsor di Cisarua telah menyebabkan kerusakan luas dan memaksa berbagai instansi untuk bekerja sama dalam menangani korban, sehingga bantuan tambahan seperti ini sangat dibutuhkan.

Apresiasi dari Kepala Biddokkes Polda Jabar

Kepala Biddokkes Polda Jawa Barat, Kombes Pol drg. Iwansyah, Sp.Ort, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa ketersediaan peti mati dan kantung jenazah sangat membantu tim di lapangan, terutama dalam proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah secara layak dan manusiawi.

"Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung tugas kemanusiaan kami, khususnya dalam penanganan korban bencana agar dapat dilakukan secara profesional dan bermartabat," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan kepolisian akan terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana alam. Sinergi lintas sektor seperti ini dianggap sebagai kunci keberhasilan penanganan bencana skala besar, karena memungkinkan berbagai pihak untuk berbagi sumber daya dan bekerja sama secara efisien.

Sinergi Lintas Sektor untuk Penanganan Bencana

Penyerahan bantuan ini juga mencerminkan kepedulian pemerintah daerah terhadap upaya kemanusiaan yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Jabar dan instansi terkait. Dalam konteks bencana alam, kerjasama antara berbagai pihak seperti kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurut analisis ahli penanganan bencana, kebutuhan logistik seperti peti mati dan kantung jenazah sering terabaikan dalam tahap awal penanganan bencana, padahal hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah berjalan lancar, terutama bagi keluarga korban yang ingin mendapatkan jenazah dengan layak dan sesuai dengan keyakinan agama.

Dalam kasus tanah longsor di Cisarua, bantuan ini diharapkan dapat membantu tim DVI untuk bekerja lebih efisien, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi korban, dan memastikan bahwa setiap jenazah dapat dipulasarkan sesuai dengan prosedur dan harapan keluarga. Hal ini juga dapat membantu mengurangi beban emosional bagi keluarga korban, karena mereka dapat mendapatkan jenazah dengan cepat dan melakukan pemakaman sesuai dengan tradisi mereka.

Keberhasilan penanganan bencana alam tidak hanya bergantung pada upaya tim medis dan kepolisian, tetapi juga pada dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat luas. Bantuan seperti ini dari Bupati Bandung Barat adalah contoh nyata bagaimana kerjasama lintas sektor dapat membuat perbedaan dalam menangani krisis kemanusiaan.