Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BBKSDA Garut Perketat Pengawasan Hutan Antisipasi Karhutla Musim Kemarau 2026

Jabar · Oleh · · Diperbarui 10 Agustus 2026

BBKSDA Jawa Barat Wilayah V Garut bentuk tim patroli ganda untuk antisipasi karhutla musim kemarau. Empat kawasan hutan menjadi fokus pengawasan, termasuk Gunung Guntur yang tertinggi potensi terbakar.

BBKSDA Garut Perketat Pengawasan Hutan Antisipasi Karhutla Musim Kemarau 2026

Langkah Preventif BBKSDA Jawa Barat Menjelang Musim Kemarau

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Wilayah V Garut mengambil langkah strategis dengan menurunkan tim patroli khusus untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat saat musim kemarau tahun ini.

Kepala Seksi Konservasi BBKSDA Jawa Barat Wilayah V Garut, Vitriana Yulalita, menyatakan bahwa tim patroli ini tidak hanya berkeliling kawasan hutan secara rutin, tetapi juga menyosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian hutan kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga: Aturan Berlaku Selektif, tapi untuk Siapa?

Edukasi dan Patroli Ganda untuk cegah Karhutla

"Kami patroli rutin ke dalam kawasan dan juga melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan," kata Vitriana saat ditemui di kawasan Hutan Darajat, Kabupaten Garut, Sabtu (27/6).

Tim yang dibentuk memiliki tugas ganda. Selain melakukan pengawasan langsung, mereka juga aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar kawasan hutan agar tidak menyalakan api sembarangan, terutama di lahan kering yang sangat rentan terbakar.

Baca Juga: Evakuasi Jasad Perempuan dari Sumur 12 Meter di Tasikmalaya Terhambat Ular Kobra

"Kami juga melakukan edukasi kepada pengunjung atau pendaki di kawasan taman wisata alam," lanjut Vitriana.

Empat Kawasan Hutan Rawan Kebakaran di Garut

BBKSDA Garut menyebutkan terdapat empat kawasan hutan utama yang menjadi fokus pengawasan intensif selama musim kemarau:

Di antara keempat kawasan tersebut, Gunung Guntur menjadi perhatian utama. Dalam lima tahun terakhir, wilayah ini konsisten tercatat sebagai kawasan dengan potensi tertinggi terjadinya kebakaran hutan saat musim kemarau.

"Daerah tersebut banyak tumbuh alang-alang kering yang mudah terbakar," jelas Vitriana.

Faktor Manusia Jadi Penyebab Utama Karhutla

Vitriana menekankan bahwa salah satu faktor tertinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah ulah manusia. Berdasarkan pengalamannya, aktivitas manusia di dalam dan sekitar kawasan hutan menjadi pemicu utama.

"Biasanya memang kebakaran hutan dan lahan itu faktor tertingginya adalah karena manusia, aktivitas manusia," tegas Vitriana.

Karenanya, BBKSDA memperketat penjagaan dengan membatasi aktivitas manusia di kawasan hutan yang memiliki potensi tinggi terbakar.

Imbauan untuk Seluruh Elemen Masyarakat

BBKSDA Garut mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan hutan, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Vitriana mengingatkan agar setiap individu selalu berhati-hati apabila menyalakan api di dalam atau sekitar kawasan hutan.

"Jangan sampai menimbulkan api, dan lupa mematikan sehingga bisa memicu kebakaran hutan."

Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Dengan adanya langkah preventif ini, BBKSDA Jawa Barat berharap potensi kebakaran hutan di Kabupaten Garut dapat diminimalkan secara signifikan selama musim kemarau tahun ini.