Baznas RI Pacu Kemandirian Ekonomi Masjid, Majalengka Jadi Pilot Project
Baznas RI dan Pemda Majalengka jalin sinergi untuk menjadikan daerahnya pilot project kemandirian ekonomi berbasis masjid dengan 13 program prioritas.

Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Majalengka kini memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat menjadikan Majalengka sebagai pilot project atau model percontohan nasional dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.
Kolaborasi Strategis di Jakarta
Agenda audiensi jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka berlangsung di Kantor Baznas RI, Jakarta. Kunjungan ini bertujuan menyinergikan berbagai program pemberdayaan, terutama 13 program prioritas nasional yang dicanangkan Baznas.
Pimpinan Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengungkapkan komitmen institusinya untuk mendorong kemandirian ekonomi para mustahik melalui optimalisasi potensi berbasis masjid.
"Program kami jelas ada 13 prioritas untuk se-Indonesia dan kalau bisa Majalengka nanti menjadi model, sebagai model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis masjid," jelas Sodik Mudjahid.
Baznas Microfinance Masjid Jadi Program Prioritas
Dari 13 program prioritas tersebut, Baznas Microfinance Masjid (BMM) menjadi program terdekat yang siap diakselerasi di Majalengka. Sodik meyakini bahwa Majalengka memiliki ekosistem Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang sangat kuat hingga menyentuh level Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Untuk mendukung keberlangsungan program, Sodik menyampaikan bahwa Baznas akan menyiapkan modal awal. Ia juga mendorong setiap DKM masjid memiliki lembaga koperasi sebagai fasilitas ekonomi.
"Untuk modal insyaallah ada, tapi ini legalitasnya koperasi nanti. Jadi DKM masjid itu baiknya semua punya lembaga cooperativa ya. Nah, pioneering di Majalengka," katanya.
Komitmen Penuh Pemerintah Daerah
Anggota DPRD Majalengka dan berbagai stakeholders mendukung penuh inisiatif ini. Langkah konkret meliputi:
- Penyelarasan anggaran daerah dengan program Baznas
- Fasilitasi pengembangan Baznas Kabupaten Majalengka
- Pendampingan ekosistem UPZ hingga tingkat masjid
Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan tersebut.
"Terima kasih Bapak sudah mendukung tata kelola zakat dengan luar biasa, sambil tentu adalah membesarkan Baznas Kabupaten yang sudah Bapak besarkan selama ini," tutur Sodik.
Mustahiq Maqom: Keunggulan Majalengka
Keberhasilan Majalengka menjadi pilot project bukan tanpa alasan. Ketua Baznas Majalengka, Agus Asri Sabana, menjelaskan bahwa daerahnya telah memiliki kesiapan ekosistem zakat yang sangat matang dan terstruktur.
"Kalau di daerah lain baru UPZ desa dan kelurahan, kalau Majalengka udah UPZ double, desa sama masjid. Ini tidak terlepas dari dorongan Bapak Bupati, sebab kegiatan-kegiatan keagamaan beliau selalu support," jelas Agus.
Faktor pendorong utama adalah dukungan konsisten pemerintah daerah dalam memfasilitasi pengembangan institusi-institusi keagamaan di tingkat grassroot.
Visi Kemandirian Ekonomi Keumatan
Secara keseluruhan, sinergi Baznas RI dan Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan langkah strategis dalam memberdayakan ekonomi umat. Dengan modal awal dari Baznas dan dukungan penuh pemerintah daerah, program pemberdayaan berbasis masjid diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Majalengka tidak hanya siap menjadi pionir, tetapi juga membuktikan bahwa kolaborasi sistematis antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas masjid di seluruh Indonesia.