Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bantu Korban Longsor di Cisarua, Pengungsi Diberi Layanan Psikososial

KBB · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Sosial meluncurkan Layanan Dukungan Psikososial dan bantuan pangan untuk pengungsi longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat guna memulihkan kondisi psikologis dan ketahanan mental mereka.

Bantu Korban Longsor di Cisarua, Pengungsi Diberi Layanan Psikososial

Pemerintah Jabar Luncurkan Layanan Dukungan Psikososial untuk Pengungsi Longsor Pasirlangu

Rabu (28/1), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menggulirkan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada para pengungsi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis dan penguatan ketahanan mental para pengungsi yang telah berada di pengungsian selama lima hari. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menangani dampak psikologis yang ditimbulkan oleh bencana longsor yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan LDP yang Disesuaikan untuk Setiap Kelompok Usia

Kepala Dinas Sosial Jabar Noneng Komara Nengsih menjelaskan bahwa semua kegiatan LDP dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan menyenangkan, agar para pengungsi dapat kembali merasa aman, tenang, dan bersemangat menjalani masa pemulihan. Pendekatan ini dirancang untuk menghindari beban psikologis tambahan, sehingga pengungsi dapat terlibat tanpa merasa tertekan.

Untuk kelompok pengungsi dewasa, kegiatan yang dilaksanakan meliputi senam ringan bersama untuk menyegarkan tubuh dan meredakan ketegangan otot setelah berhari-hari berada di pengungsian. Selain itu, pengungsi dewasa diajak untuk membereskan lingkungan pengungsian serta membersihkan sampah yang terkumpul. Aktivitas ini tidak hanya berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pengungsian, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong di antara para pengungsi.

Sementara itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok pengungsi anak, yang sering mengalami dampak psikologis yang lebih dalam akibat bencana. Sebanyak 75 pengungsi anak mengikuti kegiatan LDP yang dilaksanakan melalui kolaborasi Dinsos Jabar dengan Brimob Resimen 1 Pasukan Pelopor Kedung Halang, Bogor. Anak-anak diajak untuk bermain, menggambar, memainkan permainan tradisional, serta mengikuti aktivitas kreatif dan rekreatif. Menurut Noneng, kegiatan ini dapat membantu anak-anak mengekspresikan emosi yang mungkin terpendam, mengurangi rasa takut yang mereka alami, dan mengembalikan keceriaan dan keaktifan mereka yang semula hilang akibat bencana.

Dukungan Tambahan dan Sinergi Lintas Latar Belakang

Selain memberikan layanan dukungan psikososial, Dinas Sosial Jabar juga terus menyediakan pasokan pangan bagi para pengungsi yang dimasak di dapur umum yang telah disiapkan di lokasi pengungsian. Salah satu relawan yang terlibat secara sukarela dalam program ini adalah Chef David Cailleba, seorang juru masak asal Prancis yang rela memberikan waktu dan keahliannya untuk membantu mempersiapkan makanan bagi para pengungsi.

Noneng menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan relawan dari berbagai latar belakang ini memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong yang ada di masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi bencana. Dia menambahkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada penyediaan bantuan logistik dan program formal, tetapi juga pada kehadiran nyata, empati, dan kepedulian langsung kepada para pengungsi.

"Dukungan psikososial diberikan agar pengungsi mampu bangkit secara mental dan emosional serta menjalani masa pemulihan dengan lebih kuat dan optimis," ujar Noneng Komara Nengsih.

Tujuan Akhir dari Program Pemulihan

Menurut Noneng, tujuan utama dari pemberian dukungan psikososial adalah agar para pengungsi mampu bangkit secara mental dan emosional, serta dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih kuat dan optimis. Dia berharap bahwa kombinasi layanan dasar, dukungan psikososial, dan sentuhan kemanusiaan yang diberikan dapat mempercepat proses pemulihan para pengungsi longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat.

Sebagai informasi tambahan, operasi SAR untuk mencari korban longsor di wilayah Cisarua telah dilaksanakan oleh BPBD Garut, sementara sebanyak 53 kantung jenazah berhasil dievakuasi, dengan 2 korban tambahan ditemukan dalam operasi terbaru. Hal ini menunjukkan kompleksitas penanganan bencana longsor yang tidak hanya membutuhkan upaya penyelamatan, tetapi juga perawatan psikologis bagi para penyintas.

Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat terus memastikan bahwa semua kebutuhan dasar dan dukungan psikologis para pengungsi terpenuhi, dengan harapan bahwa mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal secepat mungkin.

Sumber: Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat melalui SG/sugeng.