Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Perkuat Pengawasan Sungai dan Peringatan Dini Bencana

KBB · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkot Bandung memperkuat antisipasi bencana setelah tragedi Bandung Barat dengan menambah sensor pendeteksi debit air, menyiapkan anggaran cadangan Rp29 miliar BTT, dan meningkatkan koordinasi lintas instansi serta wilayah untuk melindungi warga di area hilir.

Bandung Perkuat Pengawasan Sungai dan Peringatan Dini Bencana

Pemkot Bandung Perkuat Antisipasi Bencana: Sensor Baru, Anggaran Rp29 Miliar, dan Koordinasi Lintas Wilayah

Latar Belakang: Mengantisipasi Tragedi Mirip Bandung Barat di Kota Bandung

Karena Kota Bandung berada di posisi hilir, kondisi alam di kawasan sekitarnya seperti Bandung Barat dapat berdampak langsung pada wilayah ini. Setelah terjadi bencana di Kabupaten Bandung Barat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk meminimalkan risiko bencana yang sama terjadi di kota yang dipimpinnya.

"Kota Bandung berada di posisi sebagai wilayah hilir yang menerima dampak langsung dari kondisi alam di kawasan sekitarnya. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana bagi warga," ujar Farhan.

Teknologi Pendeteksi Dini: Sensor Air untuk Peringatan Cepat

Saat ini, Pemkot Bandung hanya memiliki satu sensor pemantau debit air di Sungai Cikapundung. Namun, ke depan, pihaknya berencana menambah sensor di beberapa titik lain sebagai bagian dari sistem peringatan dini bencana yang lebih komprehensif. Sensor ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan debit air secara real-time, sehingga tim tanggap bencana dapat segera mengambil langkah mitigasi sebelum terjadi banjir atau longsor di wilayah Kota Bandung. Teknologi ini dianggap sebagai upaya pertama untuk mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi.

Koordinasi Lintas Instansi: Pengawasan Wilayah Rawan Bencana

Wilayah yang menjadi fokus pengawasan membentang dari Burangrang hingga Manglayang, mengikuti bentang alam Bandung Utara dari arah barat ke timur. Kawasan ini memiliki potensi risiko tinggi terutama saat curah hujan meningkat. Beberapa sungai besar yang menjadi prioritas pemantauan:

Pemkot Bandung juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk:

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan pengawasan yang lebih efektif dan respons yang cepat terhadap potensi bencana.

Anggaran Cadangan: Rp29 Miliar BTT untuk Tanggap Darurat

Pemkot Bandung telah menyiapkan cadangan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar sekitar Rp29 miliar. Meskipun sebagian dari anggaran ini telah digunakan untuk penanganan sampah, cadangan yang tersedia masih cukup fleksibel dan dapat dialihkan untuk penanganan bencana darurat.

"Sebagian BTT memang sudah digunakan untuk penanganan sampah, tapi cadangan yang ada masih cukup fleksibel dan bisa dialihkan jika terjadi kondisi darurat atau bencana," katanya.

Farhan menegaskan bahwa untuk angka detail penggunaan anggaran, pihaknya akan meminta konfirmasi kepada Sekretaris Daerah agar data yang disampaikan tetap akurat dan transparan.

Dukungan untuk Kabupaten Bandung Barat: Personel dan Logistik dalam Fase Awal

Pemkot Bandung memberikan bantuan sebesar Rp3 miliar dalam skema anggaran tanggap bencana rutin kepada Kabupaten Bandung Barat. Bantuan ini fokus pada pengerahan personel dan logistik yang sudah tersedia untuk kebutuhan paling mendesak di lapangan. Langkah-langkah dukungan yang dilakukan:

Dalam kondisi tertentu, evakuasi korban tidak dapat menggunakan alat berat. Farhan menjelaskan:

"Evakuasi jenazah harus dilakukan secara manual dengan bantuan semprotan air. Ini membutuhkan ketelitian dan kesiapan personel di lapangan," ucapnya.

Komitmen Jangka Panjang: Menjaga Keselamatan Warga Bandung

Melalui penguatan sistem peringatan dini, kesiapan anggaran, serta koordinasi lintas wilayah, Pemkot Bandung berharap risiko bencana dapat ditekan dan dampaknya terhadap warga bisa diminimalkan. Langkah antisipasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk memastikan keselamatan warga, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak langsung akibat kondisi alam di kawasan Bandung Raya. Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bandung berusaha untuk menjadi contoh kota yang siap menghadapi risiko bencana di Jawa Barat.