Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung 2024: Ungkap Daya Tarik Kutipan Ikonik & Spot Foto Viral di Asia Afrika

KBB · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bandung 2024: Nikmati pesona Asia Afrika! Kutipan ikonik M.A.W. Brouwer & Pidi Baiq, spot foto viral, kini jadi magnet wisata tak terbantahkan.

Bandung 2024: Ungkap Daya Tarik Kutipan Ikonik & Spot Foto Viral di Asia Afrika

Pesona Bandung: Ketika Kutipan Legendaris Menjadi Magnet Wisata

Malam semakin larut di jantung Kota Bandung, tepatnya di kawasan Asia Afrika, namun semarak aktivitas wisatawan justru kian menguat. Di bawah bayang-bayang jalan layang yang membentang, dua untaian kata terpampang megah pada dinding beton berwarna putih. Bukan sekadar hiasan, kalimat-kalimat sederhana ini telah menjelma menjadi daya tarik tak terbantahkan, mengundang para pelancong untuk sejenak berhenti, meresapi, dan mengabadikan momen.

Salah satu kutipan yang memukau diambil dari pemikiran mendalam budayawan Martinus Antonius Weselinus Brouwer:

“Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”

- M.A.W. Brouwer

Di sisi lain dinding, kutipan inspiratif dari penulis fenomenal Pidi Baiq turut menyapa:

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi”

- Pidi Baiq

Kedua kutipan ini seolah menjadi gerbang selamat datang yang hangat bagi setiap insan yang melintas, menawarkan sebuah pengalaman emosional yang mendalam tentang Bandung.

Pesan Emosional dalam Bingkai Foto

Barisan wisatawan tampak sabar menanti giliran untuk berfoto. Mulai dari swafoto tunggal hingga meminta bantuan teman atau keluarga, semua larut dalam antusiasme, meski arus lalu lintas di sekitar lokasi sangat padat dan kendaraan terus melintas tanpa henti.

Nisa, seorang wisatawan dari Bekasi, mengungkapkan alasannya sengaja datang ke tempat ini. Ia merasa kutipan tersebut memiliki resonansi pribadi yang kuat baginya.

"Kalimatnya dalem banget. Bandung itu selalu punya cerita buat aku, jadi pas lihat tulisan itu, aku langsung ingin berfoto di sana," tutur Nisa, yang ditemui pada Kamis (25/12).

Sentimen serupa juga diutarakan oleh Iky, pengunjung asal Bandung Barat, yang tertarik dengan nuansa berbeda yang ditawarkan oleh spot ini.

"Tulisannya unik, sederhana tapi ikonik. Tulisan di tembok, sorotan lampu malam, ditambah suasana ramai, semuanya bikin foto terasa 'Bandung banget'," jelas Iky.

Keamanan dan Kenyamanan Pengunjung Terjamin

Meskipun berlokasi di area lalu lintas yang ramai, para wisatawan tetap bergantian menunggu giliran untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, sejumlah petugas terlihat berjaga, didukung oleh pembatas jalan yang memisahkan area swafoto dengan jalur kendaraan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan aktivitas berfoto tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Di Bandung, pesona wisata tidak melulu harus berupa bangunan megah atau perhelatan akbar. Kadang-kadang, cukup dengan beberapa baris kata-kata yang ditorehkan di dinding, orang-orang rela menghentikan langkah, mengukir kenangan, dan membawa pulang sepotong rasa yang tak terlupakan tentang kota kembang, Bandung.