Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Aulia Ulfa Lulus Terbaik Biologi IPB Setelah 4 Tahun Merantau dari Bondowoso

Jabar · Oleh ·

Aulia Ulfa, mahasiswi asal Bondowoso yang orang tuanya menjual jajanan di warung kecil, lulus terbaik Departemen Biologi IPB University pada wisuda 19 Agustus 2026 setelah empat tahun merantau dan tinggal di asrama.

Aulia Ulfa Lulus Terbaik Biologi IPB Setelah 4 Tahun Merantau dari Bondowoso

Pertanyaan itu muncul setiap kali ia打电话回 rumah. "Kapok nggak, Ris?" Kedua orang tuanya di Bondowoso ingin tahu apakah merantau ke Bogor selama empat tahun terasa berat. Jawabannya selalu sama: tidak. Justru pengalaman tinggal di asrama yang membuatnya bisa sampai ke panggung wisuda sebagai lulusan terbaik Departemen Biologi FMIPA IPB University pada 19 Agustus 2026.

Tinggal di Asrama untuk Bertahan

Aulia Ulfa mengakui hidupnya berbeda sejak menginjakkan kaki di Bogor. Di kampung halamannya, ia tumbuh bersama keterbatasan ekonomi yang membuat masa depan terasa tidak pasti. Orang tuanya menjual es, mi instan, kopi, dan jajanan di warung kecil dekat rumah. Pendapatan itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Warga Banjarwangi Garrett tunggu perbaikan jalan rusak 3,5 km mulai Oktober 2026

Ketika kesempatan kuliah datang lewat program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ia tidak menyia-nyiakan. Namun biaya hidup tetap menjadi tantangan besar. Selama tiga tahun pertama, ia tinggal di Asrama Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) dan Asrama Kepemimpinan. Fasilitas itu menjadi penopang agar ia bisa fokus belajar tanpa dibebani masalah keuangan.

"Tinggal di asrama sangat meringankan biaya hidup saya selama merantau di Bogor," katanya.

Riset yang Memantapkan Langkah

Perjalanannya di kampus tidak hanya soal nilai akademik. Aulia aktif dalam penelitian, konferensi ilmiah, program magang, hingga menjadi asisten praktikum dan tutor. Ia juga bergabung dalam IPB Sustainable Science Research Students Association dan LKM Birena Al-Hurriyyah.

Baca Juga: Remaja 15 dan 16 Tahun di Indramayu Jadi Tersangka Usai Todongkan Celurit ke Perempuan yang与自己 Motor

Pengalaman-pengalaman itu mempertemukannya dengan orang-orang baru dan membuka cara pandang tentang dunia ilmu pengetahuan. Namun momen paling berkesan justru datang dari penelitian skripsinya sendiri.

Dalam riset itu, ia mengkaji konsep plasticity, yaitu kemampuan organisme untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Tanpa disadari, konsep itu menjadi cerminan perjalanan hidupnya. Dari warung kecil di Bondowoso hingga laboratorium-laboratorium di IPB, ia belajar bahwa bertahan dan beradaptasi adalah kunci untuk terus maju.

Inspirasi untuk Anak Muda Jawa Barat

Kisah Aulia bukan sekadar kisah sukses individu. Di Jawa Barat, banyak anak muda yang menghadapi situasi serupa, harus merantau meninggalkan keluarga demi kesempatan pendidikan yang lebih baik. Jarak Bondowoso ke Bogor memang tidak dekat, tapi bagi Aulia, setiap hari di asrama adalah investasi untuk masa depan.

Ia bersyukur dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, dan teman-teman yang mendukung selama kuliah. "Mereka membuat perjalanan ini terasa lebih hangat dan mengajarkan bahwa sejauh apa pun saya melangkah, pencapaian tidak pernah benar-benar berjalan sendirian," katanya.

Kini, dari warung sederhana orang tuanya, seorang perempuan muda berhasil membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukan penentu akhir cerita. Dengan kesempatan, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi, mimpi yang tampak jauh bisa menjadi kenyataan.