Antrean Truk Sampah 1 KM ke TPA Sarimukti: Penyebab dan Solusi
Antrean truk sampah mengular hingga 1 km ke TPA Sarimukti Bandung Barat pada 16 Maret 2026, disebabkan kuota habis, jam operasional berubah, dan jalan rusak. Upaya perbaikan sedang dilakukan.

Kondisi Antrean Truk Sampah yang Mengular
Senin (16/3/2026) lalu, jalur menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kemacetan parah akibat antrean panjang truk pengangkut sampah. Antrean truk bahkan mengular hingga lebih dari satu kilometer, dimulai dari Kampung Cicadas, Desa Sarimukti, hingga area pintu masuk TPA. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas antar kecamatan, tetapi juga memaksa sejumlah truk untuk parkir di setengah badan jalan, memperparah kemacetan.
Pengalaman Sopir Truk Sampah
Banyak sopir truk terpaksa turun dari kendaraan karena lamanya waktu antrean untuk masuk ke kawasan TPA. Salah seorang sopir bernama Raffi mengaku telah tiba di lokasi sekitar pukul 1 pagi, membawa sampah dari Kota Bandung, namun hingga siang hari belum mendapatkan giliran untuk membongkar muatannya.
"Saya tiba di TPA sekitar jam 1 malam, membawa sampah Kota Bandung. Sampai sekarang masih antre untuk masuk," ujar Raffi.
Ia menambahkan bahwa kondisi seperti ini kerap terjadi setiap kali terdapat kendala operasional di TPA Sarimukti, sehingga para sopir sering harus menginap di sekitar lokasi agar bisa membuang muatan sampahnya.
"Harus menginap supaya sampah yang dibawa dari Bandung bisa terbuang. Kalau berangkat pagi, biasanya tidak kebagian karena antreannya sudah panjang," tuturnya.
Faktor Penyebab Antrean Panjang
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan antrean truk sampah yang panjang ini. Berikut adalah beberapa penyebab utama:
- Pembatasan kuota pembuangan sampah: Kuota pembuangan pada pekan sebelumnya telah habis, sehingga sejumlah truk harus menunggu giliran untuk membuang muatannya. "Akibat pembatasan kuota, kuota minggu lalu sudah habis sehingga pembuangan sempat tertahan," ungkap Arief.
- Perubahan jam operasional selama Ramadhan: Biasanya, TPA Sarimukti beroperasi pukul 05.00 hingga 18.30 WIB. Namun selama Ramadhan, jam operasional diubah menjadi pukul 06.00 hingga 16.30 WIB, sebelum kemudian diperpanjang kembali menjadi pukul 06.00 hingga 17.30 WIB untuk mengurai antrean.
- Kondisi jalan licin akibat hujan: Landasan di area dalam TPA menjadi licin akibat diguyur hujan, sehingga proses pembuangan sampah menjadi lebih lambat. Pengelola sudah melakukan pemerataan menggunakan batu belah dan balok beton agar memudahkan mobilisasi truk pengangkut sampah.
- Kerusakan akses jalan: Akses jalan di zona perluasan TPA Sarimukti mengalami kerusakan hingga terputus. Sebelumnya, jalur masuk dan keluar truk dipisahkan, namun karena akses tersebut terputus, arus kendaraan kini harus menggunakan jalur dua arah.
Menurut Arief, perbaikan akses jalan akan dilakukan melalui anggaran perubahan dengan kebutuhan sekitar Rp300 juta. "Memang ada akses jalan yang terputus. Perbaikan akan dilakukan melalui anggaran perubahan dengan kebutuhan sekitar Rp300 juta. Mudah-mudahan perbaikannya bisa selesai hari ini," jelasnya.
Dampak dan Upaya Mengatasi Masalah
Kemacetan antrean truk sampah ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mempengaruhi kelancaran proses pembuangan sampah di wilayah sekitar. Truk yang terjebak antrean tidak dapat membongkar muatannya tepat waktu, sehingga sampah menumpuk di dalam truk dan di terminal pengumpulan sampah di Kota Bandung dan sekitarnya.
Upaya yang telah dilakukan oleh pengelola TPA Sarimukti di antaranya adalah memperpanjang jam operasional, melakukan pemerataan jalan dengan batu belah, dan merencanakan perbaikan akses jalan dengan anggaran yang telah disiapkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurai antrean dan mengembalikan kelancaran proses pembuangan sampah di kawasan TPA Sarimukti.