Alisa Khadijah ICMI: Dorong Ekonomi Umat Lewat 4 Program Strategis
Alisa Khadijah ICMI lantik pengurus wilayah di Bandung, siapkan 4 program strategis dorong ekonomi umat Indonesia.

Bandung Jadi Saksi Pelantikan Besar Pengusaha Muslimah
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, langkah besar pemberdayaan ekonomi umat kembali terukir di kota Bandung. Asosiasi Muslimah Pengusaha Indonesia yang dikenal dengan nama Alisa Khadijah ICMI, secara resmi melantik calon Dewan Pengurus Wilayah dari berbagai daerah di Indonesia pada Selasa (28/07/2026) di Hotel Ibis Bandung.
Momentum pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, ini menjadi deklarasi nyata bahwa perempuan muslimah Indonesia siap menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional.
Semangat Perjuangan yang Digelorakan
Ketua Umum Alisa Khadijah ICMI, Ina Marlina, dalam sambutanya menegaskan bahwa organisasi yang merupakan Badan Otonom ICMI ini hadir dengan misi yang jelas: merangkul, membina, dan menggerakkan pengusaha muslimah agar tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu menopang perekonomian negara.
"Alisa Khadijah merangkul seluruh komponen bangsa yang memiliki semangat meningkatkan wirausaha. Ini adalah perjuangan untuk memajukan ekonomi umat, bukan isapan jempol belaka," tegas Ina dengan penuh keyakinan.
Apa yang membedakan Alisa Khadijah dari organisasi lainnya? Ina Marlina menjelaskan bahwa organisasi ini telah melampaui tahap wacana. Kepengurusan yang baru dilantik akan mengimplementasikan semboyan Alisa Khadijah Perjuangan ke dalam program-program yang terukur dan berkelanjutan.
Yang lebih membanggakan, Alisa Khadijah tidak bergerak sendiri. Mereka telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pelaku dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Alhamdulillah, kami saat ini tidak hanya punya anggota di setiap wilayah, tapi juga mampu mengakses program-program dari CSR maupun pemerintah. Ini bukti nyata kami dipercaya dan kami siap bekerja," tambah Ina.
Empat Program Strategis yang Disiapkan
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Alisa Khadijah ICMI telah menyiapkan empat program unggulan yang dirancang menjadi solusi atas masalah klasik pelaku usaha kecil dan menengah.
- Desa Mandiri: Program pemberdayaan berbasis kewilayahan yang bertujuan menciptakan desa-desa mandiri secara ekonomi, terutama melalui koperasi dan usaha mikro yang dikelola perempuan.
- Khadijah Club: Wadah silaturahmi dan pembelajaran rutin bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman dan strategi bisnis, meniru semangat wirausaha Siti Khadijah.
- Master Mind: Program andalan untuk meningkatkan kapasitas manajemen.Targetnya, pengusaha dari level mikro dan menengah bisa naik kelas menjadi pengusaha besar yang berdaya saing.
- Kerjasama Internasional dan Workshop: Tidak hanya berkutat di dalam negeri, Alisa Khadijah sedang menjajaki kerja sama dengan negara tetangga untuk membawa wawasan dan peluang pasar global bagi para anggotanya.
Inovasi Coacher sebagai Jembatan Pemerintah dan Rakyat
Salah satu inovasi paling menarik yang disorot dalam pelantikan ini adalah program Coacher. Para coacher ini merupakan kader-kader terbaik yang akan belakap pelatihan khusus di tingkat pusat, bahkan hingga ke kementerian.
"Tujuan kami, para coacher ini nantinya bisa menjadi jembatan. Mereka akan menyampaikan program-program dan harapan pemerintah kepada warga di daerah, sehingga kebijakan bisa berjalan tepat sasaran," jelas Ina.
Harapan untuk Ekonomi Umat yang Lebih Baik
Pelantikan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau teknologi canggih, tetapi juga dari keberanian perempuan-perempuannya untuk mengambil peran dalam membangun perekonomian.
Semangat Alisa Khadijah ICMI membuktikan bahwa ekonomi umat dapat tumbuh subur jika digerakkan oleh kolaborasi, keikhlasan, dan kerja keras. Dengan keempat program strategis dan inovasi coacher yang telah disusun, organisasi ini optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan dan peningkatan ekonomi nasional.
Ke depan, seluruh pengurus wilayah diharapkan mampu menjalankan program-program ini secara konsisten di daerah masing-masing, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama perempuan entrepreneur muslimah di seluruh Indonesia.