60 Warga Binaan Lapas Majalengka Raih Pendidikan Setara SMP-SMA, Begini Realisasinya
Lapas Majalengka berikan akses pendidikan bagi 60 warga bina melalui program Paket B dan C setara SMP-SMA, wujud nyata pemenuhan hak belajar narapidana.

Kolaborasi Lapas dan Dinas Pendidikan Majalengka Wujudkan Akses Belajar bagi Narapidana
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka, Jawa Barat, konsisten menjalankan program pendidikan bagi warga binaannya. Kali ini, sebanyak 60 warga binaannya difasilitasi untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C.
Program ini merupakan wujud nyata pemenuhan hak setiap warga bina dalam mengakses pendidikan formal selama menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan.
Rincian Program Pendidikan Kesetaraan
Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka Rian Firmansyah menjelaskan program pendidikan ini diselenggarakan melalui kerja sama antara tiga pihak, yaitu:
- Lapas Majalengka
- PKBM Dharmawangsa Pana Kalijati
- Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka
"Walaupun mereka sedang menjalani pidana di dalam lapas, bukan berarti mereka harus tertinggal dalam hal pendidikan," tegas Rian Firmansyah.
Sebanyak 30 warga binaannya mengikuti Paket B yang setara sekolah menengah pertama (SMP), sementara 30 warga binaannya lainnya mengikuti Paket C yang setara sekolah menengah atas (SMA).
Metode Pembelajaran Tatap Muka
Kegiataan belajar dilaksanakan secara tatap muka dengan menyesuaikan jadwal tenaga pendidik agar materi dapat diterima peserta secara optimal. Metode ini dipilih untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga meskipun di lingkungan lapas.
Pembinaan Akademik dan Spiritual Beriringan
Selain pendidikan kesetaraan, Lapas Majalengka juga menyelenggarakan pembinaan keagamaan melalui program pesantren sebagai bagian dari pembentukan karakter warga binaannya.
Rian Firmansah menilai bahwa pembinaan akademik dan spiritual perlu berjalan beriringan agar warga bina memiliki bekal pengetahuan sekaligus perubahan sikap saat kembali ke masyarakat.
"Layanan pendidikan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga bina untuk meningkatkan kualitas diri sebelum kembali ke tengah masyarakat," jelas Rian.
Dukung Program AKSIRAMA Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Umar Ma'ruf menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan di dalam lapas sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga.
Ia menyebutkan bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan dari 7,53 tahun menjadi 7,81 tahun pada akhir 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), disertai penurunan jumlah anak tidak sekolah.
"Pendidikan kesetaraan di Lapas Majalengka juga mendukung Program Akselerasi Capaian Rata-rata Lama Sekolah (AKSIRAMA) yang dikembangkan pemerintah daerah untuk membuka kesempatan belajar bagi masyarakat," terang Umar Ma'ruf.
Hak Pendidikan yang Tetap Terjamin
Program pendidikan di Lapas Majalengka ini membuktikan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, termasuk mereka yang tengah menjalani masa pidana. Dengan bekal pendidikan dan pembinaaan yang komprehensif, diharapkan warga bina dapat berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat.