500 Pelajar Jawa Barat Dilatih Cerdas Keuangan Lewat Workshop OJK, Ini Pesan Kuncinya
OJK Jawa Barat gelar workshop literasi keuangan bagi 500 pelajar SMA/SMK, ajak bangun kebiasaan finansial sehat dan waspadai jebakan YOLO-FOMO.

Workshop Literasi Keuangan_targetkan 500 Pelajar SMA/SMK
Guna mencetak generasi muda yang cakap secara finansial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat sync bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat sync menyelenggarkan Workshop Literasi Keuangan bagi pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Bandung ini diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas 200 pelajar hadir secara langsung dan 300 lainnya bergabung melalui jalur dalam jaringan (daring).
Baca Juga: Keluarga Kalideres yang Tiba di Tasikmalaya dalam Peti,Tabrakan Minibus dan Truk Tewaskan 4 Orang
Sinergi Literasi Keuangan dan Pelestarian Budaya
Workshop ini hadir bukan sekadar sebagai forum edukasi keuangan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Selain sesi materi pengelolaan keuangan, kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan budaya yang menampilkan karya kreatif pelajar SMA/SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat.
"Generasi muda Jawa Barat harus menjadi generasi yang gemar belajar, mencintai budaya, serta memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik."
Hal tersebut disampaikan Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, yang memandang sinergi antara literasi, pendidikan, dan pelestarian budaya sangat krusial bagi pembentukan karakter generasi muda.
Literasi Keuangan sebagai Bekal Menghadapi Era Digital
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai literasi keuangan menjadi bekal fundamental bagi pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tantangan di era digital.
"Anak-anak kita harus memiliki kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tren yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan mereka."
Senada dengan pandangan tersebut, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Nanin Taryana, mengajak para pelajar memanfaatkan masa muda untuk membangun prestasi, kompetensi, dan karakter yang kuat.
Prinsip "Sisihkan, Bukan Sisakan" ala OJK
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap generasi muda.
Dalam sesi edukasi, Darwisman mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah mempermudah akses terhadap layanan dan transaksi keuangan, namun juga menghadirkan berbagai risiko yang perlu diwaspadai.
Untuk itu, ia mengajak pelajar membangun kebiasaan keuangan yang sehat melalui tiga langkah utama:
- Pencatatan keuangan secara rutin untuk mengetahui pola pengeluaran
- Penyusunan skala prioritas kebutuhan agar tidak expenditures melebihi kemampuan
- Membiasakan diri menabung secara konsisten sejak dini
"Mulailah dengan prinsip sederhana, yaitu sisihkan, bukan sisakan. Menabung harus menjadi prioritas sejak awal, bukan menunggu ada sisa uang."
Waspadai Jebakan YOLO dan FOMO
Darwisman juga mengingatkan pelajar agar tidak terjebak pola pikir You Only Live Once (YOLO) maupun Fear of Missing Out (FOMO) yang dapat memicu perilaku konsumtif berlebihan.
"Jangan hanya karena ingin mengikuti tren kemudian membeli semua yang sedang viral menggunakan paylater. Barangnya memang dapat dinikmati hari ini, tetapi tagihannya tetap harus dibayar di kemudian hari."
Hal ini menunjukkan bahwa keputusan keuangan yang baik adalah keputusan yang mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan masa depan secara matang.
Prinsip 2L: Legal dan Logis
Selain itu, Darwisman'imbuh pelajar untuk selalu menerapkan prinsip 2L sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan, yakni:
- Legal – pastikan produk atau layanan tersebut memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang
- Logis – pertimbangkan apakah tawaran tersebut masuk akal dan sesuai dengan kebutuhan riil
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan, termasuk:
- Penipuan investasi bodong
- Pinjaman online ilegal
- Aktivitas keuangan tidak berizin lainnya
Harapan untuk Generasi Muda Jawa Barat
Melalui workshop ini, OJK Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berharap pemahaman pelajar mengenai pengelolaan keuangan yang sehat semakin meningkat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran terhadap risiko kejahatan keuangan digital serta membentuk generasi muda yang:
- Cakap finansial dalam mengelola uang
- Berkarakter dengan nilai-nilai kebijaksanaan
- Berbudaya dengan tetap mencintai warisan lokal
- Berdaya saing di tingkat regional maupun nasional
Dengan bekal literasi keuangan yang memadai, generasi muda Jawa Barat diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan ekonomi daerah sekaligus menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas mereka. (nto)
Disclaimer: Artikel ini telah disusun ulang dari sumber berita dengan menambahkan sudut pandang dan analisis baru untuk keperluan informasi publik.