199 Gempa Guncang Jawa Barat pada September 2026, 14 Di antaranya Dirasakan Warga
Jawa Barat diguncang 199 gempa sepanjang September 2026, 14 di antaranya dirasakan warga termasuk gempa M5,9 dekat Kepulauan Seribu

Wilayah Jawa Barat dan sekitarnya diguncang 199 gempa sepanjang September 2026. Dari jumlah itu, 14 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk gempa berkekuatan M5,9 yang berpusat dekat Kepulauan Seribu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat mayoritas gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer, yakni 181 kejadian. Delapan belas gempa lainnya berkedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa bersumber lebih dalam dari 300 kilometer sepanjang bulan itu.
Gempa terbesar bermagnitudo 5,9 terjadi pada 12 September 2026 pukul 04.23 WIB. Episenter berada pada koordinat 5,81 Lintang Selatan dan 106,56 Bujur Timur, sekitar 6 kilometer tenggara Kepulauan Seribu, dengan kedalaman 76 kilometer. Getarannya terasa hingga Cilacap, Palabuhanratu, Jampang, dan Cisolok dengan intensitas III MMI. Warga di Yogyakarta, Malang, Bengkulu, Mentawai, Pariaman, dan Ponorogo juga merasakan getaran dengan intensitas II MMI.
Baca Juga: Polisi amankan DH yang menikam ibu tirinya dengan alat kejut listrik di Panyileukan
Berdasarkan lokasi hiposenternya, 64 gempa berpusat di laut selatan Jawa, satu kejadian di laut utara Jawa, dan 134 gempa lainnya bersumber dari daratan. Kekuatan gempa yang tercatat berkisar antara M1,1 hingga M5,9.
Sepanjang September 2026, BMKG juga mendeteksi 51.498 kejadian petir di wilayah Jawa Barat. Aktivitas petir melonjak drastis pada pekan terakhir September dengan 35.006 kejadian, jauh melampaui minggu pertama yang hanya mencatat 5 kejadian. Tiga kabupaten dengan kejadian petir tertinggi分别是 Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur.
Bagi warga di dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, aktivitas seismik September ini melanjutkan rentetan gempa yang sudah mereka rasakan selama berminggu-minggu. 119 Gempa Guncang Kabupaten Bandung Selama 38 Hari menjadi pengingat bahwa wilayah Bandung dan sekitarnya memang berada di kawasan aktif tektonik.
BMKG Stasiun Geofisika Bandung meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari lembaga tersebut, terutama saat terjadi peningkatan aktivitas cuaca maupun fenomena kebumian.