Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polisi amankan DH yang menikam ibu tirinya dengan alat kejut listrik di Panyileukan

Bandung · Oleh ·

DH diamankan polisi setelah menikam ibu tirinya dengan alat kejut listrik dan pisau dapur di Panyileukan Bandung. Apriyanti meninggal meski sudah dibawa ke rumah sakit. Polisi menyelidiki motif dan kemungkinan gangguan kejiwaan.

Polisi amankan DH yang menikam ibu tirinya dengan alat kejut listrik di Panyileukan

Apriyanti mengalami luka di leher, mata, dan perut sebelum akhirnya meninggal dunia. Anak tirinya, DH (31), telah diamankan polisi setelah peristiwa yang terjadi di Panyileukan, Kota Bandung, awal pekan ini.

Polisi masih menyelidiki motif di balik peristiwa tersebut. Dh menggunakan alat kejut listrik untuk melumpuhkan korban lebih dulu sebelum menikamnya menggunakan pisau dapur.

Kronologi yang dihimpun dari keterangan polisi menyebutkan bahwa DH saat itu berada di lantai dua rumah, sementara Apriyanti di lantai dasar. DH kemudian turun sambil membawa alat kejut dan pisau, melumpuhkan korban hingga tidak berdaya sebelum menikamnya.

Baca Juga: 199 Gempa Guncang Jawa Barat pada September 2026, 14 Di antaranya Dirasakan Warga

Ayah DH yang baru pulang kerja beserta warga sekitar langsung mengetahui peristiwa ini. Apriyanti segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.

AH menyebutkan bahwa proses psikologi akan dilakukan setelah pemeriksaan awal dan keterangan ahli apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada gangguan kejiwaan.

Kasus ini menyisakan tanda tanya tentang dinamika di balik rumah tangga yang tampak normal. Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan besar dalam akses layanan kesehatan mental, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Diperlukan sistem deteksi dini dan penanganan yang lebih到位 agar tragedi seperti ini tidak terulang.