Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

4 Operator Judi Online Jaringan Kamboja Dibekuk di KBB, Ini Peran Mereka

KBB · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

**Guncang Bandung Barat!** Empat operator situs judi online jaringan Kamboja dibekuk polisi. Terbongkar peran sentral mereka sebagai CS, gaji fantastis, hingga indikasi keterlibatan narkotika. Sebuah sindikat terencana yang jaring korbannya lewat kemudahan rekrutmen online.

4 Operator Judi Online Jaringan Kamboja Dibekuk di KBB, Ini Peran Mereka

Sindikat Judi Online Jaringan Kamboja Terkuak di Bandung Barat, Empat Operator Dibekuk

Bandung Barat, [Tanggal Publikasi] – Kepolisian berhasil membongkar praktik ilegal operasional situs judi online (judol) yang terafiliasi dengan jaringan Kamboja di Kabupaten Bandung Barat. Empat individu diciduk dari sebuah rumah di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, atas peran mereka sebagai operator customer service (CS) utama dalam sindikat tersebut.

Para tersangka yang teridentifikasi sebagai Fajar Nurmansyah, Muhammad Arman Priyatna Jaya Wijaya, Reza Maulana Fadli, dan Aditya Fajar, diduga kuat mengoperasikan beberapa situs judol populer. Aktivitas mereka terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam terhadap gerak-gerik mencurigakan di Kampung Dunguspurna RT 01/RW 18, Desa Galanggang.

Peran Sentral Operator dalam Ekosistem Judi Online

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, menjelaskan bahwa keempat individu ini memiliki peran krusial dalam keberlangsungan operasi judi online tersebut. "Mereka bekerja sebagai CS dengan tugas menerima keluhan konsumen, memberikan akses ke situs judi online, serta menangani berbagai masalah terkait proses top up," ujar AKBP Niko, Rabu (14/1).

Tugas utama mereka adalah memastikan kelancaran transaksi dan mengatasi setiap kendala yang dihadapi para penjudi, mulai dari masalah deposit hingga penarikan dana (_withdraw_). Keterlibatan ini menyoroti bagaimana operator CS menjadi garda terdepan dalam menjaga loyalitas pengguna dan memfasilitasi aktivitas ilegal.

Barang Bukti dan Afiliasi Internasional

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan. Di antaranya empat unit CPU dan enam buah monitor yang digunakan sebagai perangkat kerja. Yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya surat kontrak kerja dari perusahaan bernama Webfront Support Management Incorporation, yang mengindikasikan struktur organisasi yang lebih besar dan terorganisir.

Situs-situs judi online yang mereka kelola mencakup nama-nama seperti JP6789, RP6789, RP88.com, RRYYY, NA77, RSN, dan HOKIGAME. Gaji bulanan yang diterima para tersangka mencapai Rp5,2 juta, sebuah angka yang cukup menggiurkan bagi sebagian masyarakat.

"Kami juga mengamankan bukti kontrak kerja, screenshot layar yang menunjukkan aktivitas pengelolaan keluhan konsumen melalui grup Telegram, serta link akses situs judi," tambah Niko.

Keterlibatan Narkotika dan Ancaman Hukuman

Aspek lain yang terungkap adalah hasil tes urine salah satu tersangka yang positif mengandung methamphetamine dan benzodiazepine. Temuan ini mengindikasikan potensi korelasi antara aktivitas judi online dengan penyalahgunaan narkotika, menambah kompleksitas permasalahan ini.

Para tersangka kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat. "Ancamannya pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar," tegas Niko, menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam memberantas kejahatan siber ini.

Jeratan Pencarian Kerja Ilegal: Kisah Salah Satu Tersangka

Muhammad Arman Priyatna, salah seorang tersangka, menceritakan bagaimana ia terjebak dalam lingkaran judi online ini. Berawal dari pencarian lowongan kerja di Telegram, ia menemukan tawaran posisi CS atau promotor dengan lokasi kerja di Kamboja dan Filipina.

"Saya cari pekerjaan di Telegram untuk loker Kamboja dan Filipina. Setelah dihubungi pihak yang mengiklankan memberitahu bahwa pekerjaannya terkait dengan judi online," ungkap Arman.

Meskipun menyadari ilegalitas pekerjaan tersebut, iming-iming upah tinggi menjadi daya tarik yang tak terelakkan. Proses rekrutmennya pun terbilang mudah, hanya dengan mengirimkan profil diri tanpa tes khusus.

"Setelah diapprove, saya masuk grup training untuk pelatihan pekerjaan via Telegram sampai bisa terjun langsung. Tugas saya adalah melayani customer yang banyak mengeluhkan masalah deposit dan withdraw," jelasnya, menggambarkan betapa mudahnya individu terjerumus dalam praktik ilegal ini melalui platform digital.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya judi online yang tidak hanya merusak secara finansial, tetapi juga potensi keterlibatan dalam kejahatan lain serta jerat kemudahan rekrutmen ilegal melalui media sosial.