28 Siswa Bellarine Secondary College Australia Kunjungi Darul Hikam Lembang Bandung
Program sister school antara SMA Darul Hikam International Lembang dan Bellarine Secondary College Australia memasuki tahun keempat, dengan kunjungan 28 siswa Australia ke Bandung Barat untuk belajar budaya dan bahasa Indonesia.

Pembukaan
Sebanyak 28 siswa dari Bellarine Secondary College Australia tiba di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (6/4) untuk mengikuti program kunjungan sister school dengan SMA Darul Hikam International (DHIS) Secondary. Kunjungan dua hari ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin sejak 2022, dan menjadi kunjungan balasan setelah siswa DHIS mengunjungi Australia pada tahun 2025.
Latar Belakang Kerja Sama Sister School
Kerja sama antara kedua sekolah dimulai dengan aktivitas kelas kolaboratif pada tahun 2022. Pada tahun 2025, sebanyak 23 siswa DHIS melakukan kunjungan studi ke Bellarine Secondary College Australia, di mana mereka belajar kurikulum lokal, berlatih Bahasa Inggris, dan menjelajahi budaya Australia. Kini, gilirannya siswa dari Australia untuk merasakan pengalaman serupa di Indonesia, dengan fokus pada budaya Sunda, bahasa Indonesia, dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.
Kegiatan Selama Kunjungan Dua Hari
Selama tinggal di Lembang, siswa dari kedua sekolah akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang menggabungkan olahraga, kebudayaan, kesenian, dan ekonomi lokal. Beberapa aktivitas yang telah direncanakan antara lain:
- Belajar teknik membatik tradisional Indonesia bersama pengrajin lokal
- Latihan naik kuda dan panahan di arena olahraga lokal
- Bermain permainan tradisional Sunda seperti gasing dan petak umpet
- Pertukaran bahasa, di mana siswa DHIS mengajarkan Bahasa Indonesia dan siswa Bellarine mengajarkan Bahasa Inggris
- Pengamatan langsung kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda, termasuk kunjungan ke pasar lokal
Pernyataan Kepala Bagian Internasional Darul Hikam
Kepala Bagian Internasional Darul Hikam, Binar Kasih Sejati, mengungkapkan bahwa program sister school ini memberikan manfaat ganda bagi semua siswa yang terlibat.
"Kami sama-sama belajar berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Kebanyakan siswa Bellarine yang ikut memang peserta studi Bahasa Indonesia," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa bagi siswa DHIS, program ini memberikan kesempatan untuk berlatih Bahasa Inggris dengan penutur asli, sementara semua siswa mendapatkan wawasan baru dan kesempatan menambah teman internasional. "Ini bukan hanya tentang belajar di kelas, tapi juga tentang membangun hubungan yang berlangsung lama antara kedua negara," tambahnya.
Alasan Pemilihan Darul Hikam oleh Bellarine College
Menurut Guru Bahasa Indonesia di Bellarine Secondary College, Jennie Claridge, pihaknya memilih DHIS sebagai sekolah saudara karena kentalnya budaya dan kehidupan Indonesia, termasuk nilai-nilai agama Islam yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia.
"Kepala Sekolah kami sudah lama menjalin hubungan sister school dengan sekolah di Indonesia. Kebetulan, saya punya hubungan baik dengan DHIS Secondary Lembang ini," ujarnya.
"Makanya, kami memilih DH karena siswa bisa belajar tentang budaya Indonesia dan agama Islam," tandasnya.
Jennie juga menuturkan bahwa program ini akan memotivasi siswa Australia untuk melanjutkan studi Bahasa Indonesia di tingkat universitas nantinya. Dia menambahkan bahwa para siswa yang ikut terlihat sangat antusias, terutama dengan kuliner lokal Bandung dan keramahtamahan masyarakat Indonesia.
"Para siswa, senang menikmati kuliner Bandung jadi saya memberi kesempatan pada siswa untuk mencari makanan asal tempatnya higienis. Siswa pun senang bisa berinteraksi dengan masyarakat di sini karena sangat ramah dan mereka selalu diminta untuk berfoto bareng," katanya.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Hj Iis Rostiasih hadir menyambut kunjungan siswa Australia dan menyatakan dukungan penuh terhadap program sister school.
"Saya senang dan menyambut baik program sister school ini. Program ini akan memperluas wawasan, pengalaman dan pengetahuan siswa," jelasnya.
Dia menambahkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri setelah lulus SMA, dan mendorong agar program serupa dijalankan di sekolah-sekolah lain di Jawa Barat. "Kami akan terus mendukung semua upaya yang meningkatkan pengalaman belajar internasional bagi siswa kita," tambahnya.
Manfaat Jangka Panjang Program
Program sister school yang telah berjalan selama empat tahun ini bukan hanya sekadar pertukaran pelajar, melainkan juga jembatan untuk mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Australia. Melalui kegiatan ini, siswa dari kedua negara bisa saling belajar, menghargai perbedaan, dan mengembangkan keterampilan bahasa yang penting di era globalisasi. Selain itu, program ini juga membantu mempromosikan budaya Sunda dan Indonesia ke pasar internasional, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan.