Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

20 jenazah korban longsor Bandung Barat berhasil diidentifikasi

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

BNPB mengumumkan 20 jenazah korban longsor Cisarua Bandung Barat telah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Sebanyak 18 jenazah lain masih dalam proses identifikasi, sementara operasi SAR berlanjut dengan tambahan alat berat dan 800 personel.

20 jenazah korban longsor Bandung Barat berhasil diidentifikasi

Update Terbaru Longsor Cisarua Bandung Barat: Progres Identifikasi Jenazah dan Operasi SAR Berlanjut

BNPB mengumumkan progres terbaru dalam penanganan bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban yang telah diserahkan kepada keluarga masing-masing, sementara operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta proses identifikasi jenazah lainnya masih berlanjut.

Progres Identifikasi Jenazah Korban Longsor Cisarua

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (27/1) bahwa 20 jenazah yang teridentifikasi telah selesai proses verifikasi lengkap dan diserahkan ke keluarga korban untuk dimakamkan. Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI meliputi verifikasi data keluarga, pengambilan sampel DNA, pencocokan dengan tanda pengenal seperti kartu identitas atau catatan medis, serta konfirmasi dengan keluarga korban.

Berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 18 kantong jenazah masih dalam tahap proses verifikasi yang membutuhkan waktu lebih lama akibat kondisi jenazah yang tidak lengkap atau kurangnya data pendukung dari keluarga. Keterlibatan tim DVI yang profesional sangat penting untuk memastikan keakuratan dalam mengembalikan jenazah kepada keluarga yang tepat, mengurangi ketidakpastian bagi korban yang hilang, jelas Abdul Muhari.

Operasi SAR Berlanjut dengan Dukungan Alat Berat Tambahan

Operasi pencarian korban yang terhenti sementara pada malam hari Senin akibat kondisi cuaca dan keterbatasan cahaya, kembali dilanjutkan pada Selasa (27/1) mulai pukul 08.00 WIB. BNPB mengerahkan sembilan alat berat jenis ekskavator untuk memperluas area pencarian di sektor A dan sektor B, yang merupakan lokasi terdampak paling parah oleh longsor yang menutupi beberapa rumah dan jalur akses.

Jumlah personel yang terlibat dalam operasi SAR gabungan mencapai sekitar 800 orang dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, dan relawan masyarakat. Personel ini dibagi menjadi beberapa tim yang bertugas mencari korban, memindahkan puing-puing, dan memberikan dukungan medis jika ada korban yang ditemukan masih hidup. Kolaborasi antar pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk menanggapi bencana ini dengan secepat dan seefektif mungkin.

Kondisi Pengungsian Warga Terdampak Longsor

Selain fokus pada pencarian dan identifikasi korban, BNPB juga terus memantau kondisi pengungsian warga terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 685 jiwa pengungsi yang tidak dapat kembali ke rumah mereka akibat risiko longsor yang masih ada, berada di Kantor Desa Pasirlangu. Pengungsian ini dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti makanan, minuman, tempat tidur, dan layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi sosial untuk memastikan kesejahteraan pengungsi selama masa penanganan bencana. Tim medis juga terus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mencegah penyebaran penyakit di lokasi pengungsian. Kami akan terus memantau kondisi pengungsi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan sampai warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman, tambah Abdul Muhari.

Pentingnya Tanggapan Cepat dalam Penanganan Bencana Longsor

Cisarua merupakan wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang sering mengalami risiko longsor akibat topografi pegunungan dan curah hujan tinggi terutama pada musim hujan. Keberhasilan progres identifikasi jenazah dan kelanjutan operasi SAR menunjukkan upaya yang konsisten dari pihak berwenang dalam menanggapi bencana ini. Semoga dengan operasi yang berlanjut, semua korban yang masih hilang dapat ditemukan dan keluarga korban dapat mendapatkan keadilan serta ketenangan hati. Pihak berwenang juga diharapkan dapat melakukan upaya pencegahan lebih lanjut untuk mengurangi risiko bencana longsor di wilayah ini di masa depan.