Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

159 Jiwa Terima Santunan di Hari Asyura, Kepedulian Kepada Anak Yatim dan Lansia di Karawang

Jabar · Oleh · · Diperbarui 8 Agustus 2026

Di Hari Asyura, Hj Lina Herlina dan H. Oma Mihardja Rizki berikan santunan kepada 75 anak yatim dan 84 lansia di Desa Sukaluyu, Karawang.

159 Jiwa Terima Santunan di Hari Asyura, Kepedulian Kepada Anak Yatim dan Lansia di Karawang

Momentum Hari Asyura Dimaknai dengan Kepedulian dan Kebersamaan

KARAWANG – Hari Asyura, yang dikenal pula sebagai Lebaran Anak Yatim, menjadi momen penuh maknawi bagi masyarakat di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Dalam suasana yang sarat nilai keagamaan dan kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui kegiatan santunan bagi anak yatim, piatu, dan warga lanjut usia.

Kepemimpinan yang Menebar Empati di Desa Sukaluyu

Kepala Desa Sukaluyu, yang akrab dipanggil Hj Lina Herlina, bersama suaminya H. Oma Mihardja Rizki, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang dari Partai Demokrat, menggelar acara pembagian santunan di kediamannya.

Baca Juga: Staf Administrasi NZ Mengundurkan Diri Usai Komentar Hina Pasien BPJS di RSUD Dr. Soekardjo Viral

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.

"Jabatan dan amanah yang kita emban tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga," demikian diungkapkan dalam kesempatan tersebut.

159 Penerima Manfaat Terima Bantuan

Dalam kegiatan itu, tercatat 75 anak yatim dan piatu serta 84 warga lanjut usia menerima santunan. Bantuan ini disajikan sebagai bentuk perhatian sekaligus kasih sayang kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan dan kebersamaan.

Baca Juga: Tiga Pelajar dari Cirebon dan Kuningan Diamankan Saat Razia THM, Hasil Tes Urine Negatif

Para penerima manfaat tampak bahagia dengan kehadiran para penyelenggara yang tidak sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga momen kebersamaan yang hangat.

Tausiah dan Hiburan Mengisi Kesucian Acara

Acara berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan. Tausiah yang disampaikan KH Buya Cep Jamhur memberikan penguatan spiritual kepada para hadirin mengenai pentingnya:

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintahan desa. Di antara yang hadir antara lain:

Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kuatnya sinergi dan semangat gotong royong dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Hiburan untuk Kebahagiaan Anak Yatim dan Lansia

Selain rangkaian santunan dan tausiah, kegiatan juga diwarnai hiburan yang menghadirkan Azis Gagap dan Unang Bagito. Kehadiran para seniman tersebut memberikan warna tersendiri tanpa mengurangi kekhidmatan acara, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan para lansia yang hadir.

Semangat Kepedulian yang Patut Diikuti

Kegiatan ini menjadi cerminan bahwa kepemimpinan berlandaskan empati dan keteladanan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui momentum Hari Asyura, pasangan ini menunjukkan bahwa aksi nyata lebih bermakna daripada sekadar seremonial.

Semangat berbagi yang ditunjukkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan budaya kepedulian sosial. Di tengah dinamika kehidupan modern, nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kasih sayang kepada sesama tetap menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, berdaya, dan sejahtera.