Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

11.547 Hewan Kurban Dicek di Bandung Barat Selama Idul Adha 1447 H

KBB · Oleh Nayla Putri ·

Dinas Perikanan dan Peternakan Bandung Barat memeriksa 11.547 hewan kurban saat Idul Adha 1447 H, dengan 10.116 sehat, 1.256 belum cukup umur, dan 175 sakit.

11.547 Hewan Kurban Dicek di Bandung Barat Selama Idul Adha 1447 H

Konteks Pemeriksaan Hewan Kurban di Bandung Barat

Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diiringi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap hewan kurban. Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten ini memastikan bahwa semua hewan yang disembelih layak dikonsumsi dan memenuhi syarat agama.

Skala Pemeriksaan Hewan Kurban

Kepala Disnakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti menjelaskan bahwa total hewan yang diperiksa melalui metode ante mortem (sebelum penyembelihan) mencapai 11.547 ekor. Pemeriksaan dilakukan di lapak pedagang dan peternakan hingga hari raya kurban.

Rincian hewan yang diperiksa terbagi menjadi beberapa kategori:

Hasil Pemeriksaan Kesehatan Ante Mortem

Dari total hewan yang diperiksa, 10.116 ekor dinyatakan sehat dan layak disembelih, sehingga diberi tanda kalung sehat sebagai bukti kelayakan. Sementara itu, 1.256 ekor hewan dinyatakan tidak layak karena belum cukup umur untuk dijadikan hewan kurban.

Tim medis hewan juga menemukan 175 ekor hewan dalam kondisi sakit, dengan rincian:

Wiwin menambahkan bahwa kasus penyakit yang ditemukan didominasi oleh gangguan mata dan penyakit orf, yang merupakan penyakit menular pada hewan ternak.

"Yang sakit dan belum cukup umur tidak kami berikan tanda sehat karena tidak memenuhi syarat," ujar Wiwin dalam keterangan resminya.

Pengawasan Lanjutan dan Pemeriksaan Post Mortem

Selain pemeriksaan ante mortem, Disnakan Bandung Barat juga melakukan pemeriksaan lanjutan post mortem setelah penyembelihan hewan kurban. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi, bebas dari penyakit maupun parasit seperti cacing hati.

Tim pengawas masih berada di lapangan hingga hari Tasyrik untuk memantau dan memastikan keamanan daging kurban. Untuk mendukung operasi pengawasan, pihaknya menerjunkan 61 petugas, terdiri dari 33 personel internal dan 28 mahasiswa program koas serta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sumber Hewan Kurban di Bandung Barat

Menurut Wiwin, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat dipenuhi dari dua sumber utama, yaitu peternak lokal di wilayah tersebut dan pasokan dari luar daerah. Pasokan luar daerah berasal dari beberapa provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, serta beberapa wilayah lain di Jawa Barat.

Kesimpulan

Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa hewan kurban yang digunakan selama Idul Adha memenuhi syarat kesehatan dan agama, sehingga melindungi masyarakat dari risiko penyakit yang terkait dengan daging hewan yang tidak sehat. Pemeriksaan yang menyeluruh juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas daging kurban yang diterima.