Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Yamaha Bawa GEAR ULTIMA Custom Bertema Kicau Mania ke Umi Kasum Cup VI di Jakarta

Bandung · Oleh ·

Yamaha menampilkan GEAR ULTIMA custom bertema Kicau Mania di Umi Kasum Cup VI Jakarta, ajang 23 kelas dengan hadiah di atas Rp500 juta.

Yamaha Bawa GEAR ULTIMA Custom Bertema Kicau Mania ke Umi Kasum Cup VI di Jakarta

Komunitas penghobi burung di Bandung dan Jawa Barat punya kebiasaan yang jarang disorot produsen otomotif: memindahkan sangkar dari rumah ke gantangan hampir setiap akhir pekan. Yamaha mencoba masuk ke kebiasaan itu lewat kehadiran Yamaha GEAR ULTIMA dalam Umi Kasum Cup VI di Royal King Arena, PTC Pulo Gadung, Jakarta Timur, Minggu (1/11).

Skutik multi-guna dengan harga rekomendasi Rp 20 jutaan itu diposisikan sebagai kendaraan kerja sekaligus kendaraan hobi. Yamaha menyebut motor ini membawa fitur carry mode, konsumsi bensin irit, dan sasis yang dirancang untuk menahan beban barang bawaan. Klaim itu yang ingin diuji perusahaan di depan ribuan pengunjung lomba, bukan di ruang pamer.

Motor custom untuk kru dan inspirasi peserta

Yamaha menggandeng builder Atenk Katros untuk merakit satu unit GEAR ULTIMA bertema Kicau Mania. Warna hitam dipilih mengikuti warna dominan murai batu, dipadu grafis emas dan aksen merah. Siluet burung murai batu ditempel di bodi sebagai penanda tema.

Baca Juga: Persib Hadapi Melbourne Victory di AAMI Park Sore Ini, Modal 9 Poin dan Peluang Tiket 16 Besar ACL 2

Sisi fungsionalnya ikut diubah. Side box dipasang di kiri dan kanan untuk menambah ruang penyimpanan, sementara dudukan sangkar memanfaatkan pegangan belakang bawaan GEAR ULTIMA yang lebar dan kokoh. Unit custom ini dipakai menunjang operasional kru selama lomba berlangsung.

Rifki Maulana, Manager Public Relation YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, menyebut alasannya menyasar komunitas ini. "Kami melihat potensi konsumen sepeda motor yang besar di komunitas ini, karena para pegiatnya aktif bermobilitas dan membutuhkan kendaraan yang praktis, kuat, serta mampu membawa berbagai perlengkapan," ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Sepeda motor sudah jadi alat transportasi utama warga di banyak kota Jawa Barat, termasuk Bandung, dan sebagian penggunanya merangkap sebagai pegiat hobi yang butuh ruang angkut lebih. Yamaha sendiri pernah menguji kemampuan GEAR Ultima 125 Hybrid di jalanan Rancaekek lewat sensasi test ride dan uji ketangguhan Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid di Karnaval Rancaekek 2026, ajang yang mempertemukan motor dengan medan dan keramaian khas Kabupaten Bandung.

Baca Juga: WAHDI GASSEBU Juara 3 Smart Society Kota Bekasi lewat Gerakan Sedekah Sehari Seribu

23 kelas dan hadiah di atas Rp500 juta

Umi Kasum Cup VI membuka 23 kelas kompetisi. Sebanyak 16 kelas khusus murai batu sebagai kategori premium, sedangkan 6 kelas lain mempertemukan murai batu, kacer, dan cucak hijau. Panitia mencatat lebih dari 1.000 peserta dan pengunjung memadati arena sepanjang hari.

Total hadiah yang disiapkan lebih dari Rp500 juta, termasuk sepeda motor GEAR ULTIMA dan sejumlah skutik Yamaha lain. Umi Kasum, penyelenggara acara, menilai kehadiran pabrikan otomotif memberi dampak langsung pada peserta. "GEAR ULTIMA ini salah satu motor yang bisa dipake untuk semua kalangan apalagi dengan adanya motor modifikasi ini, semakin mempermudah pada saat kita bawa burung ke gantangan," katanya.

Kolaborasi ini melanjutkan pola yang sudah dipakai Yamaha di Jawa Barat. Sebelumnya, Yamaha Jawa Barat merangkul jurnalis dan mengampanyekan keselamatan mengemudi, pendekatan yang sama-sama menyasar komunitas alih-alih iklan massal. Perusahaan juga sempat merayakan Yamaha Anniversary 70 tahun dengan livery ikonik edisi spesial yang resmi mengaspal, momen yang menandai usia merek di pasar Indonesia.

Rangkaian kerja sama dengan Umi Kasum belum selesai di Pulo Gadung. Kedua pihak akan menggelar talk show interaktif soal hobi kicau burung pada IMOS 2026, dengan bintang tamu dari berbagai latar belakang. Bagi penghobi di Bandung Raya yang biasa menempuh perjalanan lintas kota untuk mengikuti lomba, pilihan kendaraan yang bisa mengangkut sangkar tanpa mengorbankan fungsi harian tetap jadi pertimbangan utama.