Wisuda Gelombang II UPI 2026: 1.793 Lulusan Siap Bersaing Nasional dan Global
Universitas Pendidikan Indonesia menggelar wisuda gelombang II 2026 dengan 1.793 wisudawan, dengan penekanan pada penguatan kompetensi akademik, soft skills, dan pendidikan inklusif.

Prosesi Wisuda Gelombang II UPI 2026 di Bandung
Minggu (10/5) 2026, Gedung Gymnasium UPI di Bandung menjadi tuan rumah prosesi wisuda gelombang II tahun ini. Sebanyak 1.793 lulusan dari berbagai program studi menghadiri acara yang menandai akhir perjalanan akademik mereka. Para wisudawan berasal dari program doktor, magister, sarjana, hingga diploma empat, dengan rincian jumlah yang diungkapkan melalui data akademik universitas.
Komposisi Wisudawan UPI Gelombang II 2026
Total peserta wisuda terbagi menjadi empat kategori program studi:
- 154 lulusan program doktor
- 335 lulusan program magister
- 1.292 lulusan program sarjana
- 12 lulusan program diploma empat
Dari segi fakultas, Fakultas Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang wisudawan terbanyak dengan 257 orang, diikuti oleh Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dengan 228 wisudawan, dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra dengan 182 wisudawan. Selain kampus utama Bandung, wisudawan juga berasal dari lima kampus daerah UPI: Cibiru, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Serang.
Penguatan Kompetensi Lulusan UPI untuk Persaingan Global
Rektor UPI Didi Sukyadi menyampaikan bahwa universitas telah fokus mengembangkan kompetensi akademik dan soft skills lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Menurutnya, UPI tidak hanya menekankan penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring profesional, dan pembelajaran sepanjang hayat.
"Yang kami bangun bukan hanya penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring, dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan harus siap berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun kewirausahaan," ujar Didi Sukyadi.
Persyaratan Kelulusan yang Komprehensif Selain Akademik
Selain mencapai capaian akademik yang memadai, mahasiswa UPI juga wajib memenuhi persyaratan tambahan untuk dapat lulus. Mereka harus memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan. Selain itu, mahasiswa harus mengumpulkan 100 poin kegiatan melalui aktivitas akademik dan nonakademik, seperti seminar, kompetisi ilmiah, publikasi, olahraga, hingga pengembangan diri.
"Indikator 100 poin kegiatan diperoleh melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa," katanya.
Komitmen UPI terhadap Pendidikan Inklusif
Pada wisuda kali ini, UPI menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif untuk semua mahasiswa. Dua wisudawan penyandang disabilitas mengikuti prosesi dengan dukungan penerjemah khusus untuk memfasilitasi kebutuhan mereka. UPI telah memiliki unit layanan mahasiswa disabilitas yang menyediakan aksesibilitas fisik, pendampingan akademik, dan jalur penerimaan khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
"Kami tidak membeda-bedakan kesempatan bagi mahasiswa. Infrastruktur, kebijakan, hingga layanan pendampingan terus kami siapkan agar mahasiswa disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara," ujar Didi.
Dukungan Alumni untuk Pengembangan Lulusan
Dalam kegiatan wisuda, hadir Ketua Ikatan Alumni UPI sekaligus Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman. Ia memberikan motivasi kepada para lulusan tentang pentingnya integritas, jejaring profesional, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja.
UPI juga menilai keterlibatan alumni sebagai bagian penting untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional. Melalui partisipasi alumni, universitas dapat mendukung pengembangan kurikulum yang relevan dengan industri dan memperluas jejaring kerja bagi lulusan baru.
Prosesi wisuda gelombang II ini menjadi salah satu dari dua acara wisuda tahunan UPI, yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan industri.