Wilayah Selatan Bandung Barat Bergerak Maju: Perbaikan Jalan Rp7,5 Miliar untuk Dongkrak Ekonomi
Wilayah Selatan Bandung Barat percepat pembangunan infrastruktur dengan anggaran Rp7,5 Miliar untuk tiga ruas jalan strategis. Komitmen pemerataan pembangunan jadi fokus utama.

Pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Dengan mengalokasikan anggaran total mencapai Rp7,5 miliar untuk perbaikan sejumlah ruas jalan strategis, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus membuka potensi ekonomi yang selama ini terpendam.
Potensi Ekonomi yang Menunggu Digenjot
Wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat memiliki segudang potensi yang siap dikembangkan untuk menopang kemajuan daerah. Mulai dari sektor pariwisata hingga pertanian menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di kawasan ini.
Baca Juga: Ribuan Tenaga Non-ASN di Bandung Barat Tak Bisa Direkrut jadi PPPK Paruh Waktu Tahun Ini
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Sri Dewi Anggraini, menegaskan bahwa akselerasi pembangunan infrastruktur di daerah selatan perlu dilakukan segera. Terutama di wilayah seperti Rongga yang memang membutuhkan dukungan moril dan infrastruktur memadai.
"Infrastruktur seperti jalan ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Jika konektivitas baik, maka potensi yang ada bisa dikembangkan secara optimal," jelas Sri Dewi.
Rincian Perbaikan Jalan Rp7,5 Miliar
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, berikut ruas jalan yang akan diperbaiki:
Baca Juga: Pengobatan Turun Temurun di Cihampelas Bandung Barat Klaim Panggul dan Paha Paling Sulit Sembuhkan
- Jalan Gununghalu–Datarpuspa dengan alokasi anggaran Rp4 miliar untuk penanganan awal
- Jalan Celak–Sodong dengan anggaran Rp2,5 miliar untuk pembangunan jalan beton
- Jalan Malaka–Cijenuk di Kecamatan Sindangkerta dengan anggaran Rp1 miliar untuk pembangunan jalan beton sepanjang 250 meter dan lebar empat meter
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp7,5 miliar untuk tiga ruas jalan strategis di wilayah selatan.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pemerataan
Babupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengakui bahwa masih banyak daerah di wilayah selatan yang menghadapi kesulitan dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada tahun ini.
"Ya, wilayah selatan ini menjadi salah satu prioritas pengerjaan tahun ini. Rencananya akan mulai dilakukan pada bulan Juni atau Juli," katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen melaksanakan pembangunan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Hal ini mencakup warga yang tinggal di wilayah terdepan dan terluar Kabupaten Bandung Barat.
Kolaborasi Multipihak untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sri Dewi menjelaskan bahwa potensi wilayah selatan dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Sinergi ini dianggap penting untuk memastikan program infrastruktur tidak hanya membangun fisik jalan, tetapi juga mampu menjadi catalyst pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan konektivitas yang membaik, produk pertanian dan potensi wisata di wilayah selatan diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Dampak bagi Perekonomian Masyarakat
Perbaikan infrastruktur di wilayah selatan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendala akses akibat kondisi infrastruktur yang belum memadai. Jalan yang lebih baik berarti:
- Mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar
- Meningkatkan kunjungan wisata ke destinasi lokal
- Menurunkan biaya transportasi masyarakat
- Membuka lapangan kerja baru di sektor informal
Dengan perbaikan infrastruktur yang ditargetkan mulai Juni atau Juli, masyarakat wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat optimistis dapat merasakan dampak positif terhadap Perekonomian mereka dalam waktu dekat.