TPST Pasir Buluh Bandung Barat Lolos 12 Besar Penilaian Investasi Sampah WJIC 2026
TPST Pasir Buluh di Desa Cikidang, Lembang, menjadi satu dari 12 proyek finalis WJIC 2026. On-Site Visit dilakukan untuk menilai kesiapan investasi ekonomi sirkular di pengelolaan sampah Bandung Barat.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasir Buluh di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, masuk sebagai salah satu dari 12 proyek finalis West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menjalani partisipasi keduanya dalam kompetisi investasi daerah itu.
Pada tahapan On-Site Visit, tim penilaiWJIC meninjau langsung lokasi TPST Pasir Buluh, kemarin. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah menunjukkan kesiapan teknis dan komitmen investasi di proyek pengelolaan sampah terpadu.
"Tahun ini kami membawa Proyek TPST Pasir Buluh sebagai salah satu dari 12 proyek terpilih yang memasuki tahapan akhir penilaian WJIC 2026," kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Baca Juga: Pemkab Bandung Barat Selesaikan Perbaikan 1,8 Km Jalan Ciririp-Bangsaya di Cililin
Pada partisipasi pertama, Bandung Barat mengajukan proyek Bumi Perkemahan Tangsijaya di Kecamatan Gununghalu. Pengalaman itu melatih kesiapan proyek dan koordinasi lintas sektor, menurut Jeje.
TPST Pasir Buluh dirancang sebagai proyek investasi berbasis ekonomi sirkular. Pendekatan ini mengolah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, bukan sekadar dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Kabupaten Bandung Barat menghadapi tantangan sampah dari berbagai karakter wilayah. Kawasan Lembang sendiri menjadi destinasi wisata utama sekaligus area pertanian dan permukiman.
Baca Juga: Bandung Barat Pertama Terapkan Manajemen Talenta ASN, 11 Pejabat JPTP Dilantik
"Pengembangan TPST Pasir Buluh kami tempatkan sebagai proyek strategis yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan persampahan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi menuju ekonomi sirkular," tutur Jeje.
PTPS ini menargetkan peningkatan kapasitas pengelolaan sampah secara terpadu. Skemanya diharapkan mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir, sembari menarik investasi yang memberikan manfaat bagi investor dan masyarakat. Pengalaman pengelolaan sampah di kawasan lain menunjukkan teknologi alternatif sudah mulai diterapkan. TPS Ciwastra Bandung Olah 5 Ton Sampah per Jam dengan Oli Bekas dan Panas Uap mengolah limbah dengan pendekatan serupa.
"Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan yang konstruktif agar proyek ini dapat semakin matang dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa mendatang," kata Jeje.