Faisal Weskurni Pulang ke Bandung Barat Setelah Selamat dari Tenggelamnya KM Virgo
Faisal Weskurni warga Bandung Barat yang selamat dari tenggelamnya KM Virgo telah pulang ke rumahnya dengan difasilitasi pemerintah daerah

Sindangkerta, Bandung Barat menjadi titik akhir perjalanan panjang Faisal Weskurni. Pria 25 tahun itu akhirnya bisa beristirahat di rumah Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, setelah搏 bertahan di tengah laut selama lima jam.
Faisal tiba di rumahnya pada Minggu malam, 20 September. Proses kepulangannya dari lokasi evakuasi difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Kepulangan yang bersangkutan semua difasilitasi pemerintah daerah. Mulai dari penjemputan ke bandara sampai tiba di rumahnya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja KBB Yoppi Indrawan.
Baca Juga: Asep Ismail Tinjau Langsung 367 Unit RTLH Bandung Barat, 118 Unit di Kawasan Kumuh
Faisal harus cuti kontrak kerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam di perairan Masalembo pada 13 September. Ia berangkat seorang diri dengan rencana kontrak selama satu tahun dan menanggung sendiri ongkos perjalanannya.
Cerita Faisal saat menceritakan kesaksiannya mengungkap ketegangan yang dialaminya. Ia masih terjaga ketika mendengar suara ledakan dari sisi kiri kapal. Ia langsung mengambil pelampung dan bergerak ke bagian atas kapal saat badan kapal mulai miring. Setelah kapal tenggelam, ia terombang-ambering di tengah laut.
"Saya diselamatkan sama tongkang, setelah terombang-ambering sekitar lima jam," cerita Faisal.
Baca Juga: TPST Pasir Buluh Bandung Barat Lolos 12 Besar Penilaian Investasi Sampah WJIC 2026
Dinas Tenaga Kerja KBB memantau kondisi Faisal secara berkala. Yoppi menyatakan kondisi fisik serta psikologis Faisal dalam keadaan baik, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi dampak psikologis setelah pengalaman traumatis di tengah perjalanan.
Kasus Faisal menambah daftar kejadian yang melibatkan warga Bandung Barat dalam perjalanan kerja ke luar Jawa. Sebagian besar mereka bekerja di sektor perkebunan dan pertambangan tanpa perlindungan memadai.