Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Waspada Super Flu di Bandung: Dinkes Minta Warga Lakukan Ini!

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bandung waspada! Dinkes imbau warga lakukan ini untuk cegah "super flu" H3N2. Ketahui gejalanya & lindungi diri dari virus yang sudah terdeteksi di Jabar.

Waspada Super Flu di Bandung: Dinkes Minta Warga Lakukan Ini!

Dinas Kesehatan Kota Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyebaran "Super Flu"

Bandung, Jawa Barat – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus influenza (H3N2) subclade K, yang popular dengan sebutan "super flu". Hal ini menyusul laporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penyebaran virus tersebut di beberapa wilayah Jawa Barat.

Warga Jawa Barat Terdeteksi "Super Flu"

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat sebelumnya telah melaporkan adanya 10 warga di wilayah tersebut yang terinfeksi "super flu". Deteksi ini dilakukan melalui pemeriksaan whole genome sequencing yang canggih. Menanggapi situasi ini, Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, menyatakan bahwa pihaknya telah ditugaskan untuk mengambil sampel dari pasien yang diduga terjangkit influenza, kemudian mengirimkannya ke Kemenkes untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Namun saat ini dari Kemenkes untuk virus super flu belum ada feedback dan kami masih menunggunya," ungkap Sony Adam.

Meski kasus sudah terdeteksi di Jawa Barat, Dinkes Kota Bandung memastikan belum menerima laporan mengenai warga Kota Bandung yang terinfeksi "super flu" dari berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit.

Strategi Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Untuk mengantisipasi penyebaran, Dinkes Kota Bandung gencar melakukan promosi kesehatan dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya ini meliputi anjuran untuk:

"Hal tersebut perlu dilakukan karena virus influenza ini dikenal sebagai ‘rajanya mutasi’ dan sangat mudah mengalami perubahan. Sehingga, masyarakat harus menerapkan pola hidup yang sehat," tegas Sony Adam.

Mengenali Gejala dan Penanganan yang Tepat

Ketua IDI Jawa Barat, Moh. Lutfi, menjelaskan karakteristik gejala "super flu" agar masyarakat dapat membedakan kondisi ringan dengan yang memerlukan penanganan medis. Secara klinis, gejala "super flu" memiliki kemiripan dengan influenza tipe A pada umumnya, meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta nyeri otot atau badan terasa lemah.

Perbedaan utama dari varian mutasi ini terletak pada kecepatan transmisinya. "Karena dia mutasi, mungkin penularannya bisa lebih cepat antara satu orang ke orang lain dibandingkan sebelumnya," papar Lutfi.

Pentingnya Imunitas Tubuh, Bukan Antibiotik

Bagi masyarakat yang merasakan gejala "super flu", IDI Jawa Barat menyarankan untuk tidak panik dan menghindari penggunaan antibiotik secara sembarangan. Karena disebabkan oleh virus, penguatan sistem imun tubuh adalah kunci utama dalam penanganan.

"Antibiotik hanya direkomendasikan jika terjadi infeksi bakteri, bukan untuk flu," jelas Lutfi.

Untuk gejala ringan seperti batuk pilek, obat-obatan umum yang tersedia di apotek dapat digunakan. Masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup. Namun, perlu diwaspadai jika terjadi perburukan kondisi. "Kalau gejalanya ringan, tidak perlu dibawa ke IGD (instalasi gawat darurat). Kecuali, jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau demam tinggi yang menetap, nah itu baru perlu diperiksakan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan," pungkas Lutfi, menekankan pentingnya mencari pertolongan medis pada kondisi darurat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai "super flu" dan langkah-langkah pencegahannya, kunjungi situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.