Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Wamensos Ajak Pemda Perbarui Data untuk Optimalisasi Program PBI JK

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengingatkan pemerintah daerah untuk memperbarui data guna memastikan optimalisasi program PBI JK selama audiensi bersama perwakilan pemda di Kementerian Sosial.

Wamensos Ajak Pemda Perbarui Data untuk Optimalisasi Program PBI JK

Pada Selasa (21/4/2026), Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono menggelar audiensi dengan perwakilan sejumlah pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk memastikan optimalisasi program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Suasana audiensi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Foto Suasana Audiensi Wamensos dengan Perwakilan Pemda

Konteks dan Tujuan Audiensi

Audiensi dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Polewali Mandar, serta DPRD Tanggamus. Tujuan pertemuan adalah untuk membahas penguatan jaminan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas bantuan sosial di tingkat daerah. Selama pertemuan, sejumlah pemda menyampaikan tingginya kebutuhan PBI JK di tengah keterbatasan fiskal dan masih besarnya jumlah masyarakat rentan di wilayah masing-masing.

Permintaan Tambahan Kuota PBI JK dari Berbagai Daerah

Beberapa perwakilan pemda mengungkapkan kebutuhan mendesak akan tambahan kuota PBI JK untuk menutupi kesenjangan antara jumlah masyarakat rentan dan kuota yang tersedia:

Panduan Pemutakhiran Data dan Cakupan PBI JK Saat Ini

Agus Jabo menegaskan bahwa penguatan PBI JK harus berbasis pada data yang akurat dan mutakhir melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia menjelaskan bahwa pemutakhiran data bantuan sosial dilakukan setiap tiga bulan, sementara untuk PBI JK dilakukan setiap bulan melalui koordinasi dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial. Dalam paparannya, ia juga menyampaikan bahwa hingga Februari 2026, cakupan skema bantuan iuran JKN yang meliputi PBI, PBPU Pemda, dan PBPU kelas 3 telah menjangkau 156,8 juta jiwa. Hal ini menunjukkan besarnya intervensi pemerintah sekaligus pentingnya menjaga akurasi data agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan sosial. Pemutakhiran data, dukungan fiskal, dan inovasi layanan harus berjalan beriringan agar jaminan kesehatan tepat sasaran."

Agus Jabo menambahkan bahwa PBI JK saat ini sudah sangat padat, sehingga daerah harus aktif melakukan pemutakhiran data agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak terdistribusi ke pihak yang tidak berhak. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa program perlindungan sosial dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat rentan.