Enam Titik Api Melalap Lahan di Kaki Gunung Guntur Garut, Kendaraan Pemadam Tidak Bisa Menjangkau
Enam titik api membakar lahan di kaki Gunung Guntur Garut. Medan sulit dan angin kencang menghalangi pemadaman, petugas harus kerja manual.

Enam titik kebakaran melanda lahan di kaki Gunung Guntur, Garut, Sabtu (5/9/2026). Titik-titik api tersebar di Blok Cilopang, Blok Cijolang, Blok Cisakti, Blok Kandang Sapi, Blok Sanghiang Paniisan, dan Blok Cekdam, Kecamatan Tarogong Kaler. Petugas gabungan hingga kini masih berjibaku memadamkan api.
Seluas 80 personel dan relawan sudah lebih dari 36 jam berjuang memadamkan kebakaran di kawasan kaki Gunung Gede, Gunung Guntur yang sama-sama rawan api saat musim kemarau. Upaya pemadaman di kaki Gunung Guntur kini berfokus pada area yang dekat dengan permukiman warga.
Jalan setapak dan kontur tanah yang tidak rata menghalangi kendaraan pemadam untuk mendekati titik-titik api. Embasan angin kencang ikut mempercepat laju api merambah lahan yang ditumbuhi pepohonan dan ilalang.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp237 Miliar dari 445 Debitur Fiktif BTN di Karawang, Tiga Tersangka Ditahan
"Pemadaman terkendala akses jalan dan kondisi medan, sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik lokasi," kata Kasi Hummas Polkub Garut Ipda Susilo Adi. Petugas akhirnya menjalankan pemadaman secara manual.
Kebakaran menghanguskan lahan yang biasa digunakan untuk berkemah dan jalur pendakian. Setiap akhir pekan, kawasan kaki Gunung Guntur ramai dikunjungi.
Penyebab pasti kebakaran belum bisa ditentukan. Polkub Garut masih menyelidiki apakah api muncul dari kelalaian manusia atau faktor alam. Kalau nanti terbukti ada unsur kesengajaan, pelaku bisa dijerat dengan pelanggaran hukum lingkungan.
Hingga sore tadi, kepulan asap masih terlihat dari jarak beberapa kilometer. Petugas bakal terus berada di lokasi hingga api benar-benar padam.