Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Wali Kota Bandung Ajak Warga Bijak Kelola Sampah di Momentum Idulfitri 2026

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak warga bijak kelola sampah di momentum Idulfitri, memperkenalkan program Gaslah Sungai dan menekankan peran serta masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah kota.

Wali Kota Bandung Ajak Warga Bijak Kelola Sampah di Momentum Idulfitri 2026

Pada momentum Idulfitri 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyerukan kepada seluruh warga untuk bijak dalam mengelola sampah, sebagai upaya bersama mengatasi persoalan serius yang sedang dihadapi kota ini. Dalam acara salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (21/3), Farhan menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan kewajiban seluruh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kondisi Sampah Kota Bandung Saat Ini

Produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai 1.600 hingga 1.800 ton, yang merupakan konsekuensi dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang dinamis. Selama bulan Ramadan, volume sampah meningkat hingga 20 persen akibat peningkatan aktivitas memasak, pembungkusan makanan, dan keramaian publik. Lonjakan ini memaksa pemerintah untuk mengambil langkah cepat guna mencegah penumpukan sampah di jalan-jalan dan area publik.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang semakin terbebani. Menurut data pemerintah, TPA Sarimukti, yang menjadi tempat pembuangan utama sampah Kota Bandung, telah mencapai batas kapasitasnya, sehingga membutuhkan pengaturan kuota pembuangan yang ketat.

Program Inovatif untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

Pemerintah Kota Bandung telah mengembangkan berbagai program berbasis partisipasi masyarakat, mulai dari kampanye di tingkat kewilayahan hingga penguatan pada petugas kebersihan. Salah satu langkah terbaru yang diumumkan Farhan adalah integrasi dua program utama, yaitu Gorong-gorong Bersih (Gober) dan Program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah), menjadi konsep baru bernama Gaslah Sungai.

Program ini khusus dirancang untuk menangani sampah plastik di sungai dan perairan kota, yang merupakan masalah lingkungan yang sering terabaikan. Farhan menjelaskan bahwa Gaslah fokus pada pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga dan wilayah, sementara Gaslah Sungai akan menggabungkan upaya pembersihan sungai dengan pengelolaan sampah plastik yang terkumpul. Kombinasi ini diharapkan dapat menekan pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di Kota Bandung.

"Sampah adalah residu dari kehidupan kita. Maka, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama. Persoalan sampah di Kota Bandung telah menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga diperlukan langkah serius dan berkelanjutan."

— Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

Langkah Taktis Selama Momentum Idulfitri

Selain program jangka panjang, Pemkot Bandung juga menerapkan langkah taktis untuk mengatasi lonjakan sampah selama hari-hari krusial Idulfitri. Selama tiga hari berturut-turut, pengangkutan sampah dilakukan setiap tiga jam sekali untuk mencegah penumpukan di area publik dan jalan-jalan kota.

Namun, proses ini menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di beberapa wilayah kota dan ketergantungan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti. Farhan mengakui bahwa tantangan ini tidak dapat diatasi hanya oleh pemerintah, dan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh warga.

Farhan juga menekankan bahwa momentum Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk memulai perubahan budaya dalam pengelolaan sampah. Dia mengajak warga untuk mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah di rumah, mendaur ulang sampah anorganik, dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai atau area publik.

"Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita optimistis Kota Bandung mampu mengatasi persoalan ini dan menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan."

— Tambah Farhan

Dengan menyerukan perubahan budaya pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, Farhan berharap momentum Idulfitri dapat menjadi titik awal perubahan yang berkelanjutan di Kota Bandung. Pemerintah akan terus mengembangkan program dan langkah-langkah pendukung untuk mendukung partisipasi masyarakat, guna menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.