Viral Teror Pocong di Bandung Barat: Konten AI Hasil Prank Warga Ngamprah Terbongkar
Konten AI tentang teror pocong di Bandung Barat yang viral terbukti hasil prank warga Ngamprah, awalnya dibuat dengan ChatGPT untuk lelucon keluarga sebelum tersebar luas ke media sosial.

Viral Hoax Teror Pocong di Bandung Barat Terbukti Buatan AI
Pada hari Selasa, 26 Juni 2026, pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa konten viral tentang teror pocong di Kabupaten Bandung Barat adalah buatan kecerdasan buatan (AI) yang awalnya dibuat sebagai prank pribadi. Konten berupa foto dan video yang menampilkan sosok pocong dengan pakaian putih terlihat menakutkan ini menyebar luas melalui berbagai platform media sosial, menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sebelum akhirnya dibongkar kebenarannya.
Cara Konten AI Ini Diciptakan dan Tersebar
Empat pria warga Ngamprah adalah pembuat konten AI ini, menurut pernyataan Kasat Reskim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara. Mereka menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan foto dan video pocong, dengan tujuan awalnya hanya untuk membuat lelucon kepada orang tua mereka. Konten ini awalnya dimaksudkan untuk konsumsi pribadi, tanpa rencana untuk disebar ke publik.
Namun, ketika orang tua penerima prank menerima file tersebut, mereka merasa terkejut dan kemudian mengirimkannya ke saudara serta berbagai grup obrolan WhatsApp. Dari sana, konten ini menyebar dengan cepat ke berbagai platform media sosial, hingga akhirnya menjadi viral dan menarik perhatian luas di seluruh Indonesia.
"Awalnya memang diniatkan untuk konsumsi pribadi, tapi orang tua yang menerima foto dan video itu mengirim ke saudara kemudian tersebar di berbagai grup WA, sampai ke medsos, viral," ungkap Teguh dalam konfirmasi kepada awak media.
Imbauan dan Saran dari Pihak Berwenang
Setelah mengungkap bahwa konten viral tersebut adalah buatan AI, pihak polisi segera mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi hoax tentang teror pocong. Menurut Teguh, informasi semacam ini sering dijadikan modus untuk melakukan kejahatan, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Namun, ia juga menekankan bahwa warga yang mengalami peristiwa yang terasa meresahkan atau mencurigakan harus segera melaporkannya ke pihak polisi. Hal ini agar pihak berwenang bisa segera menindaklanjuti dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat.
Selain imbauan dari polisi, Kabid Humas Polda Jawa Barat juga telah menambahkan bahwa masyarakat harus selalu memeriksa keabsahan informasi sebelum menyebarkannya. Mereka mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh hoax yang beredar, serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.
Dampak dan Pelajaran dari Hoax Ini
Penyebaran hoax teror pocong ini telah menyebabkan dampak yang cukup signifikan, baik bagi masyarakat maupun pihak berwenang. Banyak warga yang awalnya percaya bahwa ada serangan pocong sungguhan, menyebabkan kekhawatiran dan ketakutan di kalangan keluarga dan komunitas lokal. Selain itu, pihak polisi juga harus mengalokasikan sumber daya untuk menyelidiki hoax ini, yang seharusnya bisa digunakan untuk menangani kasus kejahatan yang lebih serius.
Namun, penyelidikan yang cepat dari pihak polisi berhasil mengungkap kebenaran di balik hoax ini, sehingga membantu mengurangi kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak warga yang merasa lega setelah mengetahui bahwa konten viral tersebut adalah buatan AI dan tidak ada insiden pocong sungguhan yang terjadi.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era digital di mana konten palsu bisa dengan mudah menyebar dan menyebabkan kerusakan yang signifikan.