Update Salat Id Muhammadiyah Bandung: Lebih Awal di Lapangan Lodaya
Ribuan jemaah Muhammadiyah di Bandung menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada 20 Maret 2026 di Lapangan Lodaya dan berbagai titik kota, dengan sikap toleransi menghadapi perbedaan penetapan hari raya.

Salat Idulfitri 1447 Hijriah digelar lebih awal oleh ribuan jemaah Muslim kalangan Muhammadiyah di Kota Bandung pada Jumat, 20 Maret 2026. Kegiatan utama dilaksanakan di Lapangan Lodaya, dengan partisipasi antara 3.000 hingga 5.000 jemaah yang hadir dengan tertib dan penuh khidmat.
Konteks Perbedaan Penetapan Hari Raya Idulfitri
Perbedaan jadwal pelaksanaan Idulfitri ini muncul karena dua metode penetapan 1 Syawal. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026 berdasarkan indikasi hilal yang terlihat, termasuk laporan dari wilayah Turki. Sementara itu, Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026, sehingga sebagian besar umat Muslim di tanah air akan merayakan hari raya keesokan harinya.
Sebelumnya, warga Muhammadiyah juga telah memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah lebih awal, pada 18 Februari 2026, sehingga perayaan kemenangan ini juga berlangsung satu hari lebih cepat dibandingkan ketetapan pemerintah.
Kegiatan Salat Id di Berbagai Lokasi Bandung
Selain di Lapangan Lodaya, pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah tersebar di puluhan titik strategis di seluruh Kota Bandung. Di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, salat id digelar di Lapangan Softball Lodaya, Jalan Sancang, dengan khatib Prof Hilman Latief dan imam Ustaz Uci Tarmana. Sementara di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, kegiatan berlangsung di Komplek Muhammadiyah Antapani dengan khatib Dr Muchlas Rowi dan imam Ustaz Azmi Hibatullah Gymnastiar.
Berikut adalah sejumlah lokasi pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah di berbagai kecamatan Bandung:
- Andir: Lapangan SDN Raya Barat, dengan Ust. Andri Oktavianus sebagai imam/khatib
- Antapani: Lapangan Parkir Superindo, dengan Dr. Yudi Daryadi
- Arcamanik: Masjid Al-Mushlih, dengan KH. Usman Usmawan
- Astana Anyar: Pesantren Muhammadiyah Tegallega, dengan Ust. Dzulfikar Rizqi Akbar
- Bojongloa Kidul: Lapangan SDM 5/SMPM 7, dengan Ust. Furqon
- Buah Batu: Kawasan MIM/MTC Soekarno-Hatta, dengan Dr. H. Iyad Suryadi
- Cibeunying Kaler: Area parkir USB YPKP, dengan Ust. Ahmad Jalaludin Rumi Durachman
- Coblong: Halaman Monumen Perjuangan, dengan Prof. Toni Toharudin
- Gedebage: Masjid Nurul Iman, dengan H. Yusuf Tajiri
- Kiaracondong: Area parkir Bank BCA Cicadas, dengan Ust. Yoma
- Ujung Berung: Alun-alun Ujung Berung, dengan Drs. Musa Muhammad
- Sumur Bandung: Masjid Al-Jihad, dengan Ir. H.M. Umar Dany
Selain itu, wilayah Sukajadi menjadi salah satu titik dengan jumlah lokasi terbanyak, mencakup delapan titik salat Id mulai dari Gedung Dakwah Muhammadiyah hingga sejumlah masjid dan lapangan di sekitarnya. Secara keseluruhan, pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah berlangsung di lebih dari 20 kecamatan di Kota Bandung, mencerminkan tingginya partisipasi warga dan kesiapan panitia dalam mengakomodasi jemaah.
Pesan Toleransi dari Panitia Pelaksana
Salah satu panitia pelaksana, Sani Sanjaya, menekankan bahwa perbedaan jadwal pelaksanaan Idulfitri adalah hal yang wajar dan tidak boleh menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Perbedaan ini harus disikapi dengan bijak dan menjadi momentum untuk memperkuat toleransi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan salat id di Lapangan Lodaya dan berbagai titik lain berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, dengan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan di tengah perbedaan penetapan hari raya.