Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Update 2025: Jumlah Penderita TBC Kota Bandung Capai 18.846, Tertinggi Kedua di Jabar

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jumlah penderita TBC Kota Bandung tahun 2025 mencapai 18.846 kasus, meningkat dari 13.678 tahun 2024. Angka ini tertinggi kedua di Jabar, dengan upaya penanggulangan melibatkan aparat kewilayahan dan program cek kesehatan gratis.

Update 2025: Jumlah Penderita TBC Kota Bandung Capai 18.846, Tertinggi Kedua di Jabar

Gambaran Umum Kasus TBC Kota Bandung 2025

Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Bandung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025, mencapai 18.846 penderita. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 13.678 kasus, menurut data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung. Sebaran kasus TBC merata di hampir seluruh kecamatan wilayah kota, namun didominasi oleh daerah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kecamatan Ciparay dan Kiaracondong.

Pernyataan Resmi Dinas Kesehatan Bandung

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menegaskan bahwa peningkatan angka kasus TBC ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota. Ia menyebut bahwa jumlah penderita TBC di Bandung saat ini merupakan yang tertinggi kedua di Jawa Barat.

"Ini tentu menjadi perhatian tersendiri dari Pemerintah Kota Bandung karena jumlah penderita yang cukup banyak ini hingga menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Barat. Penderitanya ada yang sudah bergejala batuk lama lebih dari 2 minggu tidak sembuh-sembuh. Dia datang ke Puskesmas, kita skrining TBC dan diketemukan positif," ungkap Dadan pada Senin (23/2).

Dadan menambahkan bahwa selain pasien dengan gejala jelas, pihaknya juga menemukan beberapa ibu hamil yang positif TBC tanpa adanya keluhan apapun. Gejala khas TBC yang umum dialami penderita antara lain:

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan TBC

Untuk menanggulangi kasus TBC, Dinkes Kota Bandung akan melibatkan aparat kewilayahan seperti kelurahan dan kecamatan. Pengobatan TBC akan mengikuti panduan resmi dari Kementerian Kesehatan, dengan durasi standar 6 bulan, namun bisa disesuaikan menjadi 4 bulan tergantung kondisi masing-masing pasien.

Dadan juga memberikan imbauan penting bagi warga: siapa pun yang pernah bersentuhan erat dengan penderita TBC, seperti satu rumah tangga, diharapkan segera melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat. Jika hasil pemeriksaan positif, pasien akan segera mendapatkan pengobatan, sedangkan yang negatif akan diberikan terapi pencegahan TBC.

Upaya penanggulangan TBC juga didukung oleh program cek kesehatan gratis (CKG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dadan berharap program ini bisa membantu menurunkan angka kasus TBC di Kota Bandung tahun ini, dengan melibatkan semua pihak termasuk puskesmas dan aparat kewilayahan.

Pentingnya Menuntaskan Pengobatan TBC

Menuntaskan pengobatan TBC selama periode yang ditentukan adalah kunci untuk mencegah perkembangan bakteri TBC yang kebal obat. Dadan menegaskan bahwa banyak pasien yang berhenti minum obat begitu merasa badan sudah sehat, namun hal ini bisa menyebabkan bakteri TBC menjadi kebal, sehingga membutuhkan obat dengan grade lebih tinggi dan biaya yang lebih mahal.

Ia menambahkan bahwa biaya pengobatan TBC dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak perlu khawatir tentang beban biaya. Namun, kepatuhan pasien dalam menuntaskan pengobatan tetap menjadi faktor paling penting dalam proses penyembuhan.

Imbauan bagi Warga

Jika Anda mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan, atau keringat malam, segera hubungi puskesmas terdekat untuk melakukan skrining TBC. Bagi yang pernah bersentuhan dengan penderita TBC, juga disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan guna mencegah penyebaran penyakit ini.