Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

UNJ Gelar FGD Kolaborasi Perguruan Tinggi Jawa Barat untuk Penguatan PkM

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan FGD diseminasi PkM dan kolaborasi perguruan tinggi di Jawa Barat untuk memperkuat dampak pengabdian masyarakat melalui sinergi lintas institusi.

UNJ Gelar FGD Kolaborasi Perguruan Tinggi Jawa Barat untuk Penguatan PkM

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Hasil pengabdian kepada masyarakat (PkM) dan Penguatan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026, di Aula Kampus STIKEP PPNI Jawa Barat, Bandung, sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan.

Tujuan Utama Kegiatan

Program EQUITY UNJ tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan reputasi internasional, tetapi juga pada penyebaran praktik baik hasil pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum FGD, berbagai inovasi, model pemberdayaan, dan pendekatan pengabdian yang terbukti memberikan manfaat akan didiskusikan untuk direplikasi dan dikembangkan secara lebih luas di wilayah Jawa Barat.

Daftar Peserta Kegiatan

FGD dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi ternama di Jawa Barat, antara lain:

Serta tim ahli dan staf dari UNJ yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program EQUITY. Kehadiran institusi-institusi ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun ekosistem pengabdian yang lebih kuat, inklusif, dan berdampak.

Apresiasi dari Pemangku Kepentingan

Ketua STIKEP PPNI Jawa Barat, Linlin Hindayani, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UNJ dalam menghadirkan ruang dialog dan kolaborasi antarperguruan tinggi. Menurutnya, tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan sinergi lintas institusi agar solusi yang dihasilkan menjadi lebih komprehensif dan berkelanjutan.

"Forum seperti ini sangat penting untuk menghubungkan gagasan dari berbagai perguruan tinggi, sehingga kita bisa menciptakan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal," ujar Linlin.

Senada dengan hal tersebut, Wawan Arif Sarwana selaku Ketua Yayasan Perawat Nasional Indonesia, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap forum seperti ini dapat melahirkan program-program kolaboratif yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.

Peran UNJ dalam Penguatan PkM

Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

"Melalui Program EQUITY, UNJ tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan reputasi internasional, tetapi juga memastikan bahwa hasil riset, inovasi, dan pengabdian dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci untuk memperluas dampak tersebut secara lebih sistematis dan berkelanjutan," ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menjelaskan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah dengan potensi sekaligus tantangan sosial yang sangat beragam sehingga menjadi ruang aktualisasi yang strategis bagi berbagai program pengabdian. Ia menambahkan bahwa tema-tema pengabdian yang relevan di wilayah ini meliputi pelestarian budaya, penguatan UMKM, pendidikan inklusif, pemberdayaan perempuan, hingga transformasi digital masyarakat.

"Sinergi antarperguruan tinggi perlu terus diperkuat agar solusi yang dihasilkan semakin komprehensif dan berdampak luas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat yang beragam," ungkap Prof. Iwan.

Direktur Inovasi, Hilirisasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, Murti Kusuma Wardani, menekankan pentingnya hilirisasi hasil pengabdian sebagai bagian dari peningkatan reputasi institusi sekaligus kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi juga dari keberlanjutan dampak, peluang replikasi, serta kemampuannya membangun kemandirian masyarakat.

"Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan peluang kolaborasi yang lebih luas, sehingga kita bisa menciptakan program pengabdian yang benar-benar berdampak dan berkelanjutan," jelas Murti.

Hasil dan Komitmen Akhir Kegiatan

Pada akhir acara, para peserta berhasil merumuskan pemetaan tema-tema pengabdian strategis, menyusun rekomendasi penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, serta memperluas jejaring kerja sama akademik di bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program EQUITY UNJ dalam membangun budaya kolaborasi yang mampu memperkuat dampak pengabdian, mendorong inovasi sosial, dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel ini ditulis pada H-2 sebelum acara berlangsung.