Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Umuh Muchtar Kritik Wasit Persib vs Ratchaburi di Bawah Standar Asia

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengkritik kinerja wasit Majed Mohammed Alshamrani dalam laga melawan Ratchaburi, menyebutnya di bawah standar Asia. Dia meminta protes dari otoritas sepak bola nasional dan tidak menyalahkan Bobotoh atas reaksi suporter.

Umuh Muchtar Kritik Wasit Persib vs Ratchaburi di Bawah Standar Asia

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani, dalam pertandingan melawan Ratchaburi yang membuat Maung Bandung tersingkir dari kompetisi sepak bola Asia regional. Kritiknya tidak hanya tertuju pada keputusan tunggal, melainkan serangkaian keputusan pengadil lapangan yang dianggapnya tidak mencerminkan standar level regional. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari penyisiran grup kompetisi Asia, di mana Persib harus menunjukkan performa maksimal untuk melanjutkan perjalanan, namun keputusan wasit dianggap mempengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan.

Tanggapan Keras Umuh Muchtar Terhadap Wasit

Dalam wawancara setelah pertandingan berakhir, Umuh Muchtar tidak menahan emosi untuk menilai wasit tersebut dengan kata-kata tegas:

"Ya itu wasit sangat parah. Itu baru kejadian saya nonton bola di mana pun juga, apalagi ini setingkat Asia."

Manajer Persib ini bahkan membandingkan kinerja wasit tersebut dengan wasit di liga domestik Indonesia, yang sering dianggap kurang berkualitas dan menjadi sorotan publik selama ini:

"Di Indonesia pun juga tidak seperti ini. Wasit Indonesia sering dibilang jelek, tapi tidak sejelek seperti ini. Ini wasit FIFA, Asia lagi. Gila ini keterlaluan."

Ucapan ini menunjukkan betapa terkejutnya Umuh Muchtar dengan kinerja wasit yang dianggapnya berada di bawah ekspektasi, bahkan dibandingkan dengan wasit di liga lokal yang sering menjadi sasaran kritik.

Permintaan Protes dari Otoritas Sepak Bola Nasional

Umuh Muchtar menekankan bahwa polemik ini bukan hanya masalah klub semata, tapi juga mewakili nama baik Indonesia di kompetisi regional. Oleh karena itu, dia meminta protes resmi tidak hanya datang dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sebagai klub pemilik tim, tapi juga dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai otoritas sepak bola nasional.

"Dari PT PBB komplain, terus dari LIB juga harus komplain karena ini mewakili Indonesia. Jangan dilihat masalah klubnya. Lihat ini Indonesia, kita mau wakili Indonesia."

Dia berharap protes ini dapat menjadi perhatian bagi otoritas sepak bola Asia untuk mengevaluasi kinerja wasit dan meningkatkan standar pertandingan di level regional, sehingga tim dari Indonesia dapat tampil dengan adil di kompetisi mendatang.

Respons Terhadap Emosi Bobotoh

Selain kritik terhadap wasit, Umuh Muchtar juga berusaha menenangkan situasi dengan meminta publik tidak menyalahkan Bobotoh, suporter setia Persib, atas reaksi keras yang muncul di stadion setelah pertandingan. Dia mengatakan kemarahan suporter adalah bentuk kekecewaan yang wajar, dan tidak pantas selalu dilabeli sebagai penyebab masalah dalam setiap kejadian:

"Saya tidak perlu menyalahkan Bobotoh. Pasti semua itu marah. Jangan selalu Bobotoh salah, Bobotoh bodoh, jangan. Itu sakit hati."

Manajer Persib ini juga bersyukur bahwa situasi tidak berkembang menjadi tindakan lebih ekstrem, seperti pembakaran properti atau pemukulan wasit, yang dapat merusak nama baik sepak bola Indonesia di mata publik internasional.

Kesimpulan: Menghargai Kekalahan tapi Menuntut Keadilan

Meski kecewa berat dengan kinerja wasit, Umuh Muchtar menegaskan bahwa Persib dapat menerima kekalahan sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Namun, dia menekankan bahwa proses pertandingan harus berjalan secara adil dan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh otoritas sepak bola.

"Sebenarnya kalau masalah kalah tidak ada masalah. Di mana pun ada kalah dan menang, tapi jangan cara begini."

Dia berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, terutama dalam hal pengawasan wasit dan keputusan pertandingan di level regional. Dengan demikian, tim dari Indonesia dapat tampil dengan lebih percaya diri dan adil dalam setiap kompetisi mendatang.