Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di SDN 1 Babakan Sukabumi Sajikan Semur Daging dan Susu untuk 347 Siswa

Jabar · Oleh ·

Tiga ratus empat puluh tujuh siswa SDN 1 Babakan Sukabumi menjadi yang pertama merasakan Makan Bergizi Gratis sistem prasmanan. Semur daging, tempe, sayur, buah, dan susu disajikan hangat setelah persiapan dimulai sejak tengah malam.

Uji Coba MBG Sistem Prasmanan di SDN 1 Babakan Sukabumi Sajikan Semur Daging dan Susu untuk 347 Siswa

SDN 1 Babakan, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi arena pesta kecil pada siang itu. Ratusan siswa Kelas 1 hingga 6 membawa piring masing-masing, berbaris rapi di depan meja prasmanan yang ditata bersih. Mereka mencicipi semur daging sapi, tempe goreng, sayur mayur, buah lengkeng, dan segelas susu. Kali pertama dalam hidup mereka makan siang bersama dengan cara seperti ini di sekolah.

Persiapan untuk momen itu tidak main-main. Tim dapur mulai mengolah bahan pangan sejak pukul 01.00 dini hari. Tujuannya satu, memastikan makanan sampai ke tangan anak-anak dalam keadaan hangat dan segar.

"Persiapan memasak kami mulai sejak pukul 01.00 dini hari agar makanan siap dan dibawa langsung dalam kondisi hangat ke sekolah," kata Person in Charge Yayasan SPPG Mangkalaya, Arya Maulana Fajar.

Baca Juga: LSM BARAK Bogor Akan Pantau Penggunaan Dana Ketahanan Pangan BUMDes Senilai Ratusan Juta

Sistem prasmanan ini merupakan uji coba langsung dari Badan Gizi Nasional. Locanya dipilih di pelosok Sukabumi untuk mengukur seluruh rantai penyajian, mulai dari kebersihan, keamanan pangan, hingga respons psikologis siswa.

Cit, murid Kelas 6, tidak menyembunyikan senyumnya saat mengambil nasi di wadah besar dan memilih sendiri lauk yang dia mau. Pengalaman ini jauh berbeda dari biasanya.

"Enak, rasanya beda karena baru pertama kali. Jadi lebih terasa kebersamaannya karena makan bareng-bareng," kata Cit.

Baca Juga: DPU Kabupaten Bogor Keruk Sedimen di Tiga Desa Ciseeng untuk Cegah Banjir

Berbeda dari sistem kotak kemasan yang dibagikan sebelumnya, prasmanan memberi keleluasaan kepada anak-anak untuk menentukan sendiri porsi makan mereka. Guru-guru di sekolah itu menyebut perubahan ini membawa dampak nyata bagi pola makan siswa.

"Kami dari pihak sekolah sangat mendukung karena makanan disajikan lebih segar dan hangat, sehingga anak-anak bersemangat untuk makan. Makanan juga jadi tidak mubazir karena terpantau langsung," kata Kepala SDN 1 Babakan, Erni Rusmayani.

Sembilan belas menit waktu makan berlalu. Piring-piring kosong ditata kembali. Bagi ratusan anak di sekolah itu, makan siang hari itu bukan sekadar makan. Mereka belajar antre, memilih sendiri makanan yang mereka suka, dan menyantapnya bersama teman sekelas.

Pihak penyelenggara optimistis model ini bisa terus diterapkan jika respons positif terus mengalir dari lapangan. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses distribusi dan penerimaan siswa menjadi penentu下一步 langkah.

Langkah simulasi ini merupakan bagian dari arahan Kepala Badan Gizi Nasional untuk meneliti secara mendalam seluruh rantai penyajian sebelum memutuskan kebijakan distribusi yang lebih luas.

"Kami mengevaluasi seluruh tahapan ini. Jika respons dari penerima manfaat sangat baik dan evaluasinya positif, tidak menutup kemungkinan sistem prasmanan ini akan terus kita lanjutkan ke depannya," kata Ketua Yayasan Tidar Biru Sejahtera, Sayyid Agil.

Bagi ratusan siswa SDN 1 Babakan, hari itu menjadi温的记忆 yang akan mereka kenang. Bukan hanya karena perut mereka kenyang, tapi karena впервые mereka merasakan как это - memilih sendiri makanan di sekolah dan memakannya bersama teman-teman di bawahTeduh gedung mereka sendiri.

Jika uji coba ini berhasil dan meluas ke daerah lain,的孩子 anak Indonesia di pelosok bisa merasakan pengalaman serupa: makan siang yang hangat, bukan dingin dalam plastik kemasan.