Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Saluran Kali Sekunder di Cabang Bungin Rampung, Air Dialirkan ke Petani Akhir Oktober 2026

Jabar · Oleh ·

Saluran Kali Sekunder di Kecamatan Cabang Bungin, Bekasi, rampung dan siap dialirkan airnya akhir Oktober 2026 untuk mendukung aktivitas ratusan petani.

Saluran Kali Sekunder di Cabang Bungin Rampung, Air Dialirkan ke Petani Akhir Oktober 2026

Pekerjaan saluran Kali Sekunder di Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, telah tuntas. Saat ini pemerintah setempat tengah mempersiapkan pengaliran air ke jaringan saluran yang ditargetkan mulai mengalir akhir Oktober 2026.

Saluran sepanjang wilayah pertanian itu diharapkan segera menjawab kebutuhan air bagi para petani di kawasan tersebut. Selama ini ketersediaan air menjadi faktor yang sering menghambat aktivitas pertanian mereka.

"Insyaallah, ke depannya tidak akan kekurangan air. Akhir bulan ini air mulai dialirkan," kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, dr. H. Asep Surya Atmadja, saat meninjau lokasi pada medio Oktober 2026.

Baca Juga: LSM BARAK Bogor Akan Pantau Penggunaan Dana Ketahanan Pangan BUMDes Senilai Ratusan Juta

Kehidupan Petani Bergantung pada Air

Bagi ratusan keluarga petani di Cabang Bungin, saluran irigasi bukan sekadar infrastruktur. Ketersediaan air menentukan kapan mereka bisa menanam, berapa kali dalam setahun lahan bisa ditanami, dan seberapa besar hasil panen yang bisa diharapkan.

Ketua Umum DPP Gerakan Masyarakat Indonesia, H. Riden Bahrudin, menilai pembangunan pengairan seperti ini memiliki dampak langsung terhadap roda ekonomi warga pedesaan.

Baca Juga: DPU Kabupaten Bogor Keruk Sedimen di Tiga Desa Ciseeng untuk Cegah Banjir

"Yang lebih penting adalah bagaimana saluran tersebut bekerja, apakah air dapat mengalir sesuai kebutuhan, dan apakah manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat," katanya.

Ia berharap pengaliran air nanti распределяются secara merata ke seluruh wilayah yang menjadi kantong pertanian.

Dari Konstruksi ke Pemeliharaan

Pekerjaan fisik saluran memang sudah selesai. Namun tantangan sesungguhnya baru dimulai, yaitu memastikan air benar-benar mengalir ke lahan, saluran tidak cepat rusak, dan distribusi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu.

H. Riden menyoroti bahwa banyak proyek pembangunan yang berhenti di angka 100 persen penyelesaian, tanpa sempat diuji apakah fasilitas itu benar-benar berfungsi bagi pengguna akhirnya.

"Pekerjaan yang selesai harus dilanjutkan dengan pelayanan yang optimal. Kita tentu berharap target pengaliran air dapat direalisasikan sesuai rencana, distribusinya berjalan baik, dan masyarakat benar-benar merasakan perubahan," tegasnya.

Ia mendorong agar pemerintah daerah membuka informasi terkait jadwal pengaliran, wilayah mana saja yang mendapat jatah air, dan bagaimana mekanisme penanganan apabila ada kendala teknis setelah saluran beroperasi.

Bekasi yang Tidak Hanya Industrios

Kabupaten Bekasi selama ini dikenal sebagai kawasan industri besar dan permukiman padat. Namun di balik pesona ekonominya, wilayah pedesaan seperti Kecamatan Cabang Bungin masih menghadapi masalah dasar, termasuk akses air untuk pertanian.

Berbeda dengan kawasan permukiman atau kawasan usaha yang relatif mudah menarik perhatian investor dan pemerintah, wilayah pertanian sering kali luput dari prioritas pembangunan.

Saluran Kali Sekunder di sini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perdesaan memerlukan perhatian tersendiri dan tidak bisa hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi kawasan industri sebagai indikator kemajuan daerah.

###汕头pantau Manfaat Nyata

Momentum pengaliran air akhir Oktober 2026 nanti akan menjadi ukuran sejati apakah proyek ini memberikan perubahan bagi kehidupan petani. Kalau saluran berfungsi, petani bisa meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua kali setahun. Kalau tidak, saluran itu hanya akan menambah daftar infrastruktur mangkrak yang tidak dimanfaatkan.

Koordinasi antara pemerintah kabupaten, instansi pengelola pengairan, pemerintah desa, dan kelompok tani di tingkat lokal sangat menentukan keberhasilan distribusi air ke seluruh jaringan yang sudah dibangun.