Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tren Kurban Digital Gen Z Idul Adha 1447 H: Tips Aman Kemenag Jabar

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Sebelum Idul Adha 1447 Hijriah, tren kurban digital semakin diminati generasi muda. Kemenag Jawa Barat bagikan tips aman dan imbau inovasi ramah lingkungan untuk pelaksanaan kurban.

Tren Kurban Digital Gen Z Idul Adha 1447 H: Tips Aman Kemenag Jabar

Pendahuluan: Tren Kurban Digital di Tengah Persiapan Idul Adha 1447 H

Tahun 2026, tepatnya menjelang Idul Adha 1447 Hijriah pada 27 Mei, fenomena kurban digital semakin menjadi pilihan utama masyarakat, terutama generasi milenial dan Gen Z. Kemudahan mengakses layanan melalui platform daring serta tingkat transparansi yang tinggi menjadi daya tarik utama bagi kelompok usia ini untuk menunaikan ibadah kurban. Banyak dari generasi muda memilih kurban digital karena tidak perlu datang ke lokasi penyembelihan, tidak perlu repot mempersiapkan hewan kurban sendiri, dan bisa memantau proses penyembelihan secara online.

Pernyataan Resmi Kemenag Jawa Barat tentang Kurban Digital

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jawa Barat, Jajang Apipudin, menegaskan bahwa transaksi kurban secara online secara prinsip diperbolehkan dalam syariat Islam. Ia menjelaskan bahwa bentuk ini termasuk kategori perwakilan (wakalah), di mana seseorang menitipkan dana kepada pihak terpercaya untuk membeli dan menyembelihkan hewan kurban.

"Kalau kurban yang transaksinya dilakukan secara online, pada prinsipnya boleh. Misalnya seseorang menitipkan dana kepada pihak tertentu untuk dibelikan dan disembelihkan hewan kurban," ujar Jajang saat wawancara di Bandung, Kamis (21/5).

Namun, Jajang mengingatkan masyarakat untuk tidak ceroboh dalam memilih penyelenggara kurban digital. Ia menekankan bahwa penting untuk memastikan bahwa lembaga atau platform yang dipilih memiliki izin resmi untuk mengelola filantropi Islam, agar dana kurban tidak disalahgunakan.

Poin Penting Pelaksanaan Kurban yang Sesuai Syariat

Selain memastikan keamanan transaksi, Kemenag Jabar juga menekankan beberapa poin utama agar pelaksanaan kurban tetap sesuai syariat:

Inovasi Ramah Lingkungan dalam Distribusi Kurban

Selain aspek digitalisasi, Kemenag Jabar juga mendorong inovasi dalam proses distribusi kurban. Salah satu imbauan yang diberikan adalah meninggalkan kantong plastik sekali pakai dan beralih ke kemasan ramah lingkungan, seperti keranjang bambu atau daun.

"Sekarang sudah mulai banyak yang menggunakan bongsang (keranjang bambu) atau daun sebagai kemasan. Ini sangat baik karena lebih ramah lingkungan dibandingkan plastik," tutur Jajang.

Ia berharap bahwa inovasi teknologi dalam pelaksanaan kurban tidak hanya memberikan kemudahan administratif, tetapi juga tetap menjaga esensi ibadah kurban sesuai syariat. Selain itu, inovasi ramah lingkungan juga diharapkan dapat membantu mengurangi sampah plastik yang dihasilkan saat pelaksanaan Idul Adha.

Kesimpulan

Tren kurban digital menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu memudahkan pelaksanaan ibadah bagi generasi muda, namun tetap perlu diperhatikan agar tidak melanggar syariat dan prinsip filantropi Islam. Dengan mengikuti tips dari Kemenag Jabar, masyarakat dapat menunaikan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan sesuai syariat, sambil juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.