Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Transformasi Bawah Tanah Bandung: Menyelisik Tantangan Pengawasan Proyek Kabel dan Prioritas Keselamatan Warga

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

### Transformasi Bawah Tanah Bandung: Menyelisik Tantangan Pengawasan Proyek Kabel dan Prioritas Keselamatan Warga Pemerintah Kota Bandung tengah gencar melakukan penataan infrastruktur demi mewujudk

Transformasi Bawah Tanah Bandung: Menyelisik Tantangan Pengawasan Proyek Kabel dan Prioritas Keselamatan Warga

Transformasi Bawah Tanah Bandung: Menyelisik Tantangan Pengawasan Proyek Kabel dan Prioritas Keselamatan Warga

Pemerintah Kota Bandung tengah gencar melakukan penataan infrastruktur demi mewujudkan wajah kota yang lebih modern dan tertata. Salah satu langkah krusial adalah program penurunan kabel udara ke bawah tanah. Meski esensial untuk estetika dan keamanan jaringan, implementasinya di lapangan kerap diwarnai tantangan, terutama terkait kerapian pengerjaan dan potensi risiko keselamatan bagi masyarakat.

Modernisasi Urban dan Dilema Implementasi

Proyek penggalian tanah untuk menanam kabel merupakan keniscayaan teknis dalam upaya modernisasi infrastruktur perkotaan. Walikota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui bahwa meskipun program ini vital, pelaksanaan di lapangan masih belum sepenuhnya memenuhi standar. Keluhan warga terkait sejumlah titik galian yang dinilai kurang rapi dan minim pengamanan menjadi sorotan utama, mengindikasikan adanya celah dalam tata kelola dan eksekusi proyek.

Penurunan kabel ini bukan sekadar upaya kosmetik. Ini adalah bagian integral dari visi penataan kota yang lebih luas, bertujuan untuk:

Namun, di balik manfaat jangka panjang tersebut, proses penggalian tanah sebagai tahapan utama pekerjaan galian kerap menyisakan persoalan mendasar di lapangan. Isu kerapian pengerjaan dan jaminan keselamatan pengguna jalan menjadi dua aspek yang krusial dan belum sepenuhnya teratasi.

Taruhan Estetika dan Ancaman Keselamatan

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa galian yang tidak tertutup sempurna, minimnya rambu peringatan, serta kurangnya penerangan di malam hari dapat secara signifikan membahayakan publik. Mulai dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga pengemudi kendaraan roda empat, semuanya berpotensi menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian dalam penanganan proyek galian. Ini menimbulkan dilema: di satu sisi kota berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik, di sisi lain, proses menuju ke sana menimbulkan risiko yang tak terduga.

"Galian tetap diperlukan karena penurunan kabel udara memang harus melalui penggalian tanah. Namun, kami mengakui, pengerjaannya masih belum rapi dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan," ujar Walikota Bandung, menggambarkan kompleksitas tantangan yang dihadapi.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap proyek ini, sekaligus pengakuan akan urgensi untuk segera membenahi praktik di lapangan demi keselamatan warga. Kesenjangan antara perencanaan ideal dan realitas implementasi menjadi area yang membutuhkan perhatian serius.

Komitmen Pengawasan dan Akuntabilitas Publik

Menyikapi permasalahan ini, Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh pekerjaan galian yang berlangsung di wilayah kota, baik yang dikerjakan oleh instansi pemerintah maupun pihak ketiga. Setiap proyek galian wajib memenuhi standar keamanan yang jelas, meliputi:

Walikota Farhan menekankan bahwa keselamatan warga tidak boleh dikorbankan demi percepatan proyek. Oleh karena itu, selain pengawasan teknis yang ketat, Pemkot Bandung juga akan memperkuat koordinasi lintas dinas dan pelaksana proyek. Langkah ini bertujuan agar pengerjaan galian dilakukan secara lebih terencana, sistematis, dan tidak berlarut-larut, meminimalkan dampak negatif terhadap mobilitas dan kenyamanan masyarakat.

Menuju Infrastruktur Berkelanjutan

Pendekatan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap ruang publik diharapkan dapat menyelaraskan antara kebutuhan penataan kabel bawah tanah dengan kenyamanan dan keamanan warga. Pemerintah Kota Bandung juga membuka ruang partisipasi aktif masyarakat. Warga didorong untuk melaporkan galian yang dinilai membahayakan, memungkinkan respons dan perbaikan yang lebih cepat.

Dengan pembenahan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat, serta sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat, penataan infrastruktur kabel di Kota Bandung diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan selaras dengan visi kota yang modern dan nyaman dihuni. Proyek infrastruktur haruslah menjadi katalisator manfaat jangka panjang, bukan sumber keresahan sementara.