Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

TPA Sarimukti Kembali Operasional: DLH Bandung Kerahkan 1.025 Petugas

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

DLH Kota Bandung kembali membuka operasional TPA Sarimukti pada H+2 Lebaran 2026 setelah tutup Hari H dan H+1. Dinas kerahkan 1.025 petugas untuk membersihkan sampah di kawasan wisata dan ruas jalan utama.

TPA Sarimukti Kembali Operasional: DLH Bandung Kerahkan 1.025 Petugas

Update Penanganan Sampah Pasca Lebaran 2026 di Bandung

Pada Hari ke-2 setelah perayaan Lebaran 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung berhasil mengembalikan operasional pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Langkah ini diambil setelah tertutupnya TPA selama Hari Raya dan Hari ke-1 Lebaran akibat jadwal libur dan pemeliharaan rutin.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengkonfirmasi bahwa proses pengangkutan sampah sudah kembali berjalan optimal pada Selasa (24/3). Ia menekankan bahwa fokus penanganan saat ini adalah membersihkan sisa sampah yang menumpuk di titik-titik strategis.

"H+2 kemarin sebetulnya kita sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa dilakukan kembali," tutur Salman.

Kawasan dengan Lonjakan Sampah Pasca Lebaran

Salman menjelaskan bahwa beberapa kawasan di Bandung mengalami lonjakan volume sampah yang signifikan selama dan setelah Lebaran, terutama yang memiliki aktivitas wisata tinggi. Kawasan yang menjadi fokus penanganan meliputi:

Lonjakan ini disebabkan oleh kunjungan wisatawan yang terus berlangsung hingga malam hari selama perayaan Lebaran.

Jumlah Petugas dan Strategi Penanganan

Untuk mempercepat pembersihan sampah, DLH Kota Bandung mengerahkan 1.025 petugas yang disebar ke seluruh wilayah kota. Selain itu, dinas juga mengaktifkan tim taktis sebanyak 25 personel yang didukung oleh unit road sweeper dan truk pikap untuk menangani titik-titik rawan dengan respon cepat.

Selain peningkatan jumlah petugas, DLH juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah di dalam kota. Fasilitas TPST Babakan Siliwangi dan unit pengolahan sampah di Gedebage telah menerima input sampah hingga hampir 8 ton, yang membantu mengurangi beban pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun operasional TPA Sarimukti sudah kembali berjalan, Salman mengakui bahwa penanganan sampah belum sepenuhnya tuntas. Keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi.

"Memang belum seluruh TPS itu 'clear'. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan dan tidak mengganggu lalu lintas. Kita kendalikan supaya tetap aman," tandasnya.

Meskipun demikian, tim DLH bekerja keras untuk memastikan bahwa sampah tidak menumpuk dan mengganggu aktivitas warga serta wisatawan di Kota Bandung.

Upaya Tambahan untuk Mengurangi Beban TPA Sarimukti

Untuk mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA Sarimukti, DLH juga mengoptimalkan peran petugas Gaslah dan Gober di tingkat kelurahan dan RW. Petugas ini bertugas mengumpulkan sampah organik dari rumah tangga, yang kemudian dapat diolah menjadi kompos atau digunakan untuk energi terbarukan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban pengiriman sampah ke TPA Sarimukti secara signifikan, serta mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Bandung.