Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tiga Jaringan Pipa Vital Jadi Hambatan Utama Proyek Drainase Bandung

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Pemkot Bandung mengkaji proyek drainase kota, menghadapi kendala utama dari tiga jaringan pipa vital milik PDAM, PGN, dan Pertamina yang mengganggu pengerjaan.

Tiga Jaringan Pipa Vital Jadi Hambatan Utama Proyek Drainase Bandung

Kabar Terkini Proyek Drainase Bandung

Masalah banjir dan genangan air di Kota Bandung menjadi perhatian utama pemerintah dalam upaya meningkatkan ketahanan kota terhadap bencana hidrometeorologi. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji ulang sejumlah rencana terobosan dalam pengembangan sistem drainase kota, namun menghadapi kendala signifikan dari keberadaan tiga jaringan pipa utilitas vital di bawah permukaan tanah. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa implementasi langkah penanganan genangan tidak semudah yang dibayangkan, karena banyak rencana teknis yang dirancang justru bertabrakan dengan infrastruktur utilitas yang sudah ada lebih dulu.

Tiga Jaringan Pipa yang Menjadi Hambatan Utama

Farhan menjelaskan bahwa tiga jenis pipa utama menjadi perhatian serius dalam setiap perencanaan proyek drainase di Kota Bandung:

"Memang kita harus banyak membuat terobosan, tetapi tidak mudah. Karena sering kali bertabrakan dengan utilitas yang sudah ada, terutama pipa," ujar Farhan pada Minggu (19/4/2026).

Keberadaan ketiga pipa ini membuat pemerintah harus ekstra hati-hati dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek, guna menghindari gangguan layanan publik yang bisa berdampak negatif bagi jutaan masyarakat Kota Bandung. Farhan juga menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa perhitungan matang, karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan publik.

Langkah Koordinasi dan Penyesuaian Desain

Saat ini, tim teknis Pemkot Bandung sedang melakukan pemetaan detail terhadap seluruh jalur utilitas di bawah permukaan tanah kota sebagai dasar pengambilan keputusan teknis ke depan. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan dengan PDAM, PGN, Pertamina, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan setiap rencana pembangunan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Farhan menekankan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar proyek drainase dapat berjalan dengan lancar, tanpa mengorbankan fungsi infrastruktur yang sudah ada. "Kita tidak bisa hanya fokus pada penyelesaian proyek drainase, tetapi juga harus memastikan bahwa layanan publik yang sudah ada tidak terganggu," ujarnya.

Selain melakukan pemetaan dan koordinasi, Wali Kota juga membuka kemungkinan adanya penyesuaian desain proyek, termasuk perubahan metode konstruksi agar lebih adaptif terhadap kondisi lapangan. Misalnya, penggunaan metode bor horizontal untuk menghindari daerah dengan jaringan pipa utilitas yang padat.

Prioritas Pengurangan Risiko Banjir

Meskipun menghadapi tantangan yang kompleks, Pemkot Bandung memastikan bahwa upaya perbaikan sistem drainase tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan kota. Farhan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menemukan solusi terbaik yang dapat mengurangi risiko banjir dan genangan air di Kota Bandung, tanpa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

"Semua sedang kita pertimbangkan dengan sangat hati-hati. Yang jelas, kita ingin solusi terbaik tanpa menimbulkan masalah baru," ujar Farhan.

Dengan pendekatan yang hati-hati dan kolaboratif, diharapkan proyek drainase Kota Bandung dapat dilaksanakan dengan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.