Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Thom Haye Diancam Usai Persib vs Persija, Tim Pangeran Biru Bersuara

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Thom Haye, gelandang Persib Bandung, menerima ancaman serius usai laga kontra Persija Jakarta. Klub berjuluk Pangeran Biru menyuarakan penolakan keras terhadap intimidasi, rasisme, dan ancaman, menegaskan sepak bola harus menjunjung sportivitas dan kemanusiaan.

Thom Haye Diancam Usai Persib vs Persija, Tim Pangeran Biru Bersuara

Thom Haye Diancam Usai Laga Klasik Persib vs Persija: Suara Tegas Pangeran Biru Menyoroti Intimidasi di Sepak Bola

Bandung – Insiden tak terpuji kembali mencoreng dunia sepak bola Tanah Air. Pemain anyar Persib Bandung, Thom Haye, menjadi target serangan verbal di media sosial berupa ancaman, ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman pembunuhan menyusul pertandingan panas el clasico antara Persib Bandung dan Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026).

Menyikapi hal ini, manajemen Persib Bandung melalui Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyuarakan keprihatinan mendalam dan penolakan tegas terhadap perilaku semacam itu.

"Kami menyayangkan adanya pesan-pesan bernada ancaman, ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman pembunuhan yang diterima pemain kami, Thom Haye, melalui media sosial pascapertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta," ujar Adhi Pratama, menegaskan bahwa tindakan ini sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Menjaga Sportivitas di Tengah Rivalitas Sengit

Adhi Pratama lebih lanjut menekankan posisi klub yang menolak segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik, serta rasisme, tidak hanya dalam konteks sepak bola tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Sepak bola, menurutnya, seharusnya menjadi wahana persatuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, fair play, dan saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Batasan Kritik dan Ancaman Jiwa

Manajemen klub memahami bahwa rivalitas merupakan esensi dari dinamika kompetisi, terutama dalam pertandingan krusial seperti Persib vs Persija. Namun, ada batas tegas yang tidak boleh dilanggar. Rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu.

"Kami memahami bahwa rivalitas adalah bagian dari dinamika kompetisi, namun rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu," tutur Adhi Pratama.

Kritik terhadap performa pemain adalah hal yang wajar dalam sepak bola profesional, bahkan menjadi bagian integral dari evaluasi. Akan tetapi, ketika kritik beralih menjadi intimidasi, rasisme, dan bahkan ancaman terhadap nyawa, hal tersebut merupakan penyimpangan serius dari etika dan nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.

Komitmen Antirasisme dan Seruan Persatuan

Sebagai wujud komitmen nyata, Persib Bandung menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Stop Racism. Klub berjuluk 'Pangeran Biru' ini mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk para suporter dari semua klub, untuk bersama-sama menciptakan iklim sepak bola Indonesia yang:

Adhi Pratama juga menyampaikan apresiasi kepada mayoritas suporter yang tetap menunjukkan sikap dewasa dan menjunjung tinggi sportivitas, serta menolak segala bentuk kekerasan. "Kami percaya, dengan kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama, sepak bola Indonesia dapat terus tumbuh sebagai hiburan yang membanggakan, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai fair play," pungkas Adhi Pratama.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan urgensi menjaga marwah olahraga dan menempatkan kemanusiaan di atas rivalitas. Diharapkan, kasus serupa tidak terulang dan Thom Haye bisa kembali fokus berkontribusi untuk tim tanpa bayang-bayang intimidasi yang merugikan. Baca berita terkait Persib lainnya di sini.

Terakhir diperbarui: Senin, 12 Januari 2026 - 14:19 WIB